panel header


NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Kampus
07 Juli 2012
DEBAT : "Merancang Kegiatan Ospek yang Kreatif"
Menggali Potensi Mahasiswa
  • Susheri : Mahasiswa Tadris Matematika IAIN Walisongo Semarang
MEMASUKI tahun ajaran baru, hampir di setiap perguruan tinggi/kampus melaksanakan kegiatan pengenalan lingkungan kampus kepada mahasiswa baru. Kegiatan ini biasanya lebih dikenal dengan nama Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek) ataupun yang lainnya.

Pada dasarnya, kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi para mahasiswa baru. Sebab, lewat Ospek, para mahasiswa baru dapat memperoleh gambaran mengenai kampus, baik dari segi fisik, nonfisik, kegiatan pembelajaran, organisasi di kampus, maupun lainnya.

Dalam kegiatan Ospek, para mahasiswa baru dilatih untuk berkompetisi sesuai dengan bakat dan potensi masing-masing. Biasanya dalam Ospek terdapat kegiatan orsenik, yaitu kegiatan lomba antarfakultas ataupun antarjurusan, tujuannya untuk menggali potensi mahasiswa.

Contohnya lomba debat bahasa Inggris, debat bahasa Arab, presentasi makalah, olahraga, dan seni. Dalam ajang lomba tersebut potensi mahasiswa akan dapat diketahui.

Di samping itu, dalam Ospek juga dikenalkan berbagai jenis unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang berperan menampung mahasiswa berpotensi, sehingga para mahasiswa nantinya dapat menggali dan meningkatkan potensi mereka masing-masing melalui wadah UKM tersebut. Tak hanya itu, dalam Ospek, para mahasiswa baru juga akan memperoleh banyak pengetahuan, pengalaman dan pertemanan.

Akan tetapi, dalam kurun waktu akhir-akhir ini, Ospek sering kali dimaknai ajang ‘’balas dendam’’ dari senior kapada junior. Inilah yang sekarang menjadi problem. Padahal bukan itu maksud dari kegiatan Ospek. Tujuan yang semula baik, tampaknya kini menjadi kurang begitu baik karena kegiatan Ospek terkadang diwarnai dengan unsur kekerasan.

Seharusnya, unsur kekerasan tak perlu ditampilkan dalam kegiatan Ospek. Sebab, hal itu hanya akan mempengaruhi mental para mahasiswa baru untuk melakukan hal yang sama ketika mereka menjadi panitia Ospek. Bila hal demikian terjadi secara berkelanjutan, maka Ospek hanya akan menjadi ajang pembalasan dendam saja yang tidak ada manfaatnya sama sekali.

Oleh karena itulah, hendaknya kegiatan Ospek lebih diarahkan pada penggalian potensi mahasiswa secara maksimal. Ketika potensi para mahasiswa sudah tergali, maka tinggal bagaimana mengembangkan, meningkatkan dan menjadikannya aset yang sangat berharga. Dengan demikian, Ospek akan menjadi lebih bermakna dan berguna. (24)


Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER