panel header


BECIK KETITIK ALA KETARA
Berbuat Baik Atau Buruk Akhirnya Terlihat Juga
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Perempuan
27 Juni 2012
Anakku Malas Shalat
Tanya : Saya  se­orang pensiunan swas­ta, punya dua anak dan sudah bekerja semua. Mereka juga sudah pu­nya istri dan anak. Sua­mi saya sudah meninggal ketika anak- anak masih kecil. Anak-anak dan menantuku menya­yangi saya.  Tetapi ada hal yang membuat saya sedih, karena anak saya yang besar, H, suka mel­­alaikan shalatnya. Ia termasuk pimpinan di se­buah kantor swasta, kalau sedang rapat atau­pun menangani pe­kerjaan yang membutuhkan  konsentrasi, maka sering meninggalkan shalatnya. Sebagai ibu, saya sudah sering mengingatkan, namun  sampai sekarang ia belum memperbaiki shalatnya. Berbagai alasan dikemukakannya, terkadang bilang sibuk atau sedang menemani tamu kantor.

     Apakah saya ikut berdosa, jika anak saya tidak  menjalankan shalat?  Bagaimana cara menyadarkan  anak saya  yang malas shalat, dan bagaimana  meng­hindarkan   cucu saya agar  tidak meniru ayahnya. ( Ny Mardi)   

Jawab : Ibu Mardi, langkah untuk mengingatkan  anak yang  melalaikan  kewajiban shalatnya  sudah  ibu lakukan. Shalat merupakan kewajiban yang  tidak boleh ditinggalkan bagi setiap muslim yang sudah ba­lig. Orang yang mengabaikan atau melalaikan shalatnya, termasuk  orang yang celaka di akhirat kelak, se­bagaimana sabda  Allah yang artinya: ”Maka kecela­kaan akan didapati oleh orang-orang yang shalat, yang lalai dalam shalatnya.” ( Alquran, Surat  Al Maíun: 4-5). 

Melalaikan waktu shalat, termasuk menunda-nunda shalatnya sehingga waktunya habis dan orang tersebut kehilangan shalatnya.  Agar ringan dalam mengerjakan sha­lat itu, maka perlu ditumbuhkan  kesadaran  akan  tuju-an  ibadah tersebut  yakni sebagai bentuk pengabdian ham­ba kepada Tuhannya serta ungkapan terima kasih atas segala anugerah-Nya.  Shalat yang dilakukan dengan kesadaran akan berdampak positif bagi kehidupan manusia, seperti terciptanya kedamaian dalam hati serta timbulnya semangat berjuang dalam mengarungi liku-liku kehidupan.  

Allah memberikan aturan yang meringankan pemeluk Islam dalam melaksaakan  shalat wajib. Misalnya dibolehkannya tayamum bagi yang tidak menemukan air atau sedang sakit .Bagi yang  sakit dan tidak  dapat berdiri, boleh mengerjakan shalat sambil duduk atau berbaring sesuai kondisi dan kemampuannya. Dengan adanya keringanan  dan kemudahan  yang telah diberikan Allah, maka tidak ada alasan  bagi seorang muslim  untuk me­ning­­galkan  shalat lima wak­tu. Perintah  menjaga shalat wajib itu ditegaskan  dalam firman-Nya ”Peliharalah  segala shalat (mu) dan (peliharalah ) shalat wusta. Berdirilah karena Allah (dalam shalatmu) dengan khusyuk (Alquran, Surat Al Ba­qarah:238).

Sebagai orang tua, Bu Mardi  sudah  mengingatkan  anak  untuk melaksanakan shalat wajib. Maka ibu sudah tidak berdosa, karena sudah mengingatkan berkali kali. Kalau ibu menginginkan cucu  menjadi  anak yang shalih, memang seharusnya ayah dan ibunya memberi contoh yang baik termasuk dalam shalat. Maka ibu perlu bicara dari hati ke hati kepada putra dan menantu ibu, agar  mereka menyadari pentingnya keteladanan orang tua bagi anaknya, termasuk dalam shalat. Jangan lupa mohon ke­pada Allah, agar putra ibu dan keturunannya  diberi petunjuk serta kekuatan  dalam  menjalankan kewajiban agama. (24)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER