panel header


NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
Kanal Sehat -- Empat Manfaat Kasih Ibu bagi Kesehatan Anak Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Ekonomi & Bisnis
21 Maret 2012
Pengusaha Jasa Konstruksi Berharap Pemerataan Proyek

SEMARANG- Anggota Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) berharap adanya pemerataan pengerjaan proyek infrastruktur. Aturan regulasi yang selama ini dibuat oleh pemerintah diharapkan tidak menciptakan jenjang bagi sejumlah pengusaha jasa konstruksi. Ketua Ba­dan Pimpinan Daerah (BPD) Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Jateng Joko Oryxahadi mengusulkan adanya pemerataan pengerjaan proyek.

Dia mendesak pemerintah merevisi aturan pembagian kelas kontraktor menjadi grid kecil dan besar. Aturan yang tertuang melalui PP Nomor 54 Tahun 2010 itu diharapkan tidak menciptakan jenjang bagi kontraktor kelas kakap dengan kelas di bawahnya.

Gapensi Jateng, kata dia, mengusulkan pemerataan pengerjaan proyek tidak hanya dikuasai perusahaan besar. Alasannya, penye­rapan tenaga kerja lebih banyak di perusahaan menengah dan kecil.

Jumlah anggota Gapensi Jateng saat ini berkisar 4.400 pengusaha dengan perincian 90% jasa konstruksi kecil dan 10% adalah perusahaan besar. Untuk grid kecil diatur bagi pelaksana konstruksi dengan nilai Rp 0 hingga Rp 2,5 miliar. Sementara di atas Rp 2,5 miliar tergolong dalam grid usaha skala besar.

‘’Diharapkan ada pembagian kelas lagi untuk kelas besar dengan grid-grid yang berjenjang. Dengan demikian, tercipta iklim yang kondusif di antara para pengusaha konstruksi di kelas tersebut,’’ ujarnya di sela-sela kegiatan Mukercab  ke-VII Gapensi Kota Se­marang di Patra Jasa Convention Hotel, Selasa (20/3).

Evaluasi Program

Sementara, Ketua Badan Pimpinan Cabang (BPC) Gapensi Kota Semarang Ir H Devri Alfiandy berharap sejumlah pelaku usaha jasa konstruksi mampu bersaing secara sehat, mengingat persaingan yang sekarang ini semakin ketat.

Saat ini adalah waktu yang tepat untuk membuktikan diri bahwa pengusaha jasa konstruksi mampu eksis serta tampil mengerjakan proyek infrastruktur di wilayah Kota Semarang dan sekitarnya.

Dalam kegiatan  Mukercab  ke-VII Gapensi Kota Semarang bertema “Peningkatkan Kesa­daran Hukum dalam Mewujudkan Usaha Jasa Konstruksi yang Berkualitas” itu, Devri mengadakan evaluasi dan penyempurnaan susunan program kerja, serta anggaran pendapatan dan belanja organisasi di sisa masa bakti.

Pada kesempatan itu, dilakukan pula sosi­alisasi tentang Juknis Pelaksanaan Registrasi SBUJK Tahun 2012 oleh Ketua UVVD Gapensi Jateng Mulyono serta paparan kekuatan hukum kontrak kerja, PHO dan FHO oleh Tim Advokasi Gapensi Kota Semarang.

‘’Diharapkan sosialisasi tersebut membuat pengusaha jasa konstruksi mengetahui ketentuan registrasi Kartu Tanda Anggota (KTA) asosiasi dan Sertifikat Badan Usaha (SBU) di tahun 2012 yang selama ini banyak perubahan,’’ katanya.

Selain itu, pelaku usaha jasa konstruksi meminta kekuatan hukum yang perlu dilaksanakan dan dipatuhi. Menurutnya, diperlukan adanya regulasi untuk menghindari pelanggaran hukum. Pemerintah paling tidak dapat memberikan kepastian hukum kepada penyedia jasa konstruksi.

Sebagai pengusaha, dia berpesan kepada anggota untuk tetap menaati kode etik Dasa Brata serta terus meningkatkan pengetahuan mengenai peraturan perundang-undangan, terutama berkaitan dengan aspek hukum yang terjadi di dalam kontrak kerja konstruksi. (K14-75)


Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER