panel header


MANGAN ORA MANGAN NGUMPUL
Tetap Bersatu Meski Dalam Kemiskinan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Pendidikan
01 Maret 2012
Kemdikbud Belum Punya Dapodik
JAKARTA - Sampai saat ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) belum memiliki Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Padahal, Dapodik merupakan hal terpenting yang harus dimiliki Kemdikbud sebagai acuan dasar untuk melaksanakan semua program.

Karena itu, Kemdikbud berusaha keras mengumpulkan data-data tersebut, baik dari segi jumlah siswa, jumlah guru, maupun kondisi sekolah di seluruh Indonesia. Diharapkan data tersebut dapat terinvetarisasi secara valid pada tahun 2012.

"Kemdikbud sudah membuat program Dapodik. Dapodik akan dijalankan tahun ini, sehingga diharapkan tahun ini juga sudah selesai," kata Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan Musliar Kasim saat menutup Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2012.

Dia menyadari, kelemahan dan hambatan dalam menjalankan semua program pendidikan disebabkan karena tidak adanya data yang valid.

"Termasuk ketika kita akan memberikan beasiswa dan bantuan kepada siswa miskin, ketika akan mengetahui guru-guru yang kapasitasnya kurang, serta ketika kita akan membantu sekolah-sekolah yang membutuhkan bantuan, karena kita tidak punya data yang lengkap," ungkapnya.

Salah Sasaran

Ketika ditanya berapa jumlah total siswa miskin di Indonesia, pihaknya tidak bisa memberikan data yang akurat. Atas dasar itu, wajar saja jika banyak pihak yang menilai Kemdikbud kerap salah sasaran ketika menjalankan program.

Namun, hal itu langsung ditampik Musliar. "Bukan salah sasaran, tapi kita belum bisa menghimpun secara pasti, karena data yang kita gunakan data dari daerah. Ke depan kita akan miliki Dapodik secara nasional," ungkap mantan Rektor Universitas Andalas itu.

Guna mendapatkan data-data tersebut secara valid dan dapat dipertanggungjawabkan, pihaknya meminta kepada Dinas Pendidikan provinsi dan kabupaten/kota untuk melakukan pendataan secara serius. Tidak hanya kepada Dinas Pendidikan daerah, pihaknya juga meminta sekolah-sekolah untuk memberikan data yang akurat.

"Dalam waktu sebulan ke depan kami minta kepada kepala dinas provinsi, kabupaten/kota untuk mendukung ini dan meminta kepala sekolah dan tenaga pendidik untuk mengisi data ini," ujar Musliar.

Dia mengatakan, dengan dimilikinya Dapodik yang valid dan akurat, dapat menunjang seluruh program pemerintah untuk memberikan akses seluas-luasnya kepada anak Indonesia untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas.  (K32-37)


Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER