panel header


CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Solo Metro
29 Februari 2012
Bupati Minta Pertanggungjawaban
  • Data Gakin Kacau

SUKOHARJO -Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya gerah dan gusar dengan informasi tentang kacaunya data gakin versi tim independen. Karena itu, pihaknya menuntut pertanggungjawaban.

"Kami selaku pengguna data tersebut sangat kecewa dengan adanya informasi mengenai data gakin. Sebab, tim independen yang sudah kami bayar dengan anggaran dari APBD, tidak sesuai dengan kesepakatan awal," tegas Wardoyo.

Sebab, dalam sosialisasi dan kesepakatan di Pendapa Pemkab beberapa waktu lalu, tim independen akan melakukan pendataan dari pintu ke pintu. Tujuannya, agar data yang didapatkan dari tingkat RT itu dicocokkan dengan kondisi di lapangan, apakah betul gakin atau bukan.

"Data itu yang akan kami gunakan untuk segala macam urusan gakin ke depan. Baik itu raskin, orang sakit, pendidikan, dan sebagainya. Kalau data tidak betul, jelas kami sangat dirugikan. Sebab, dana sudah kami keluarkan dengan harapan data benar-benar valid," tandas Bupati.

Sekali lagi Bupati menegaskan, kalau memang kenyataan di lapangan demikian, pihaknya minta tim pendata bertanggung jawab penuh. "Kami minta pertanggungjawaban dari tim independen kalau memang data itu tidak benar. Kami mau data benar-benar valid," tegas Bupati.

Terkait dengan hal tersebut, anggota Komisi IV DPRD Sukoharjo Moch Samrodin juga meminta agar tim independen bertanggung jawab. Sebab, data itu nanti merupakan acuan untuk memberikan bantuan pada keluarga miskin.  

"Anggaran yang diberikan untuk validasi data itu besar dan berasal dari APBD, karena itu harus dipertanggungjawabkan," ujar Samrodin.

Berbasis RT  

Pihaknya menyarankan agar instansi terkait, dalam hal ini Bappeda, memanggil tim independen untuk diklarifikasi soal tersebut. Kalau memang tidak sesuai kenyataan, harus diulang.

Dikonfirmasi terkait dengan hal itu, Karyono, Direktur CV Tika Mavindo, selaku cv pemenang tender validasi gakin, menampik, jika dikatakan tidak door to door. Menurut Karyono, data yang digunakan tetap berbasis RT.

"Kami door to door, hanya saja yang sekiranya keluarga mampu memang tidak didatangi dan diwawancarai," ujar Karyono sembari mengatakan, dalam pendataan pihaknya melibatkan mahasiswa.

Saat ditanya mengenai tuntutan pertanggungjawaban dari Bupati, Karyono mengatakan, akan disikapi setelah ada pertemuan dengan dinas terkait. (H46-85)


Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER