panel header
ALON ALON WATON KELAKON
Pelan Pelan Saja Asal Berhasil
panel menu
panel news ticker
EKSPRESIKAN SAYANGMU... Ngucapin Valentine dapat hadiah? Yok Ikutan...!! Caranya mudah: (1) Bikin video ucapan kasih sayang durasi 1 menit. (2) Kirimkan ke wall facebook Suara Remaja atau share link Youtube ucapan kamu ke email suararemaja@ymail.com. Dapatkan modem, handphone, goodiebag, dan masih banyak lagi hadiah menarik. Ayo...buruan sekarang juga...!!
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Suara Pantura
13 Maret 2011
Kurang Koordinasi Antarinstansi Hambat Penanganan Kemiskinan
BATANG - Program penanggulangan kemiskinan selama ini terkendala oleh kurangnya koordinasi antarinstansi yang ada. Akibatnya, banyak program penanganan kemiskinan, baik dari pemerintah pusat maupun daerah tidak optimal.
”Pokok persoalan stagnannya program penanggulangan kemiskinan adalah kurangnya koordinasi,” ujar Koordinator PNPM Mandiri Perkotaan Batang  Muhammad Imam Zamroni, dalam acara Rakor Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah, belum lama ini.

Imam menyatakan, program penanggulangan kemiskinan selama ini masih bersifat sektoral. Padahal mestinya ada kesatuan gerak secara bersama - sama antarsemua elemen. Ia mencontohkan, adanya gesekan di lapangan antara program dari PNPM Mandiri Perkotaan dan PNPM Mandiri Perdesaan dengan program - program lainnya. Gesekan yang ada tentu kurang bagus ketika penanggulangan kemiskinan membutuhkan sinergi di dalamnya. Ia juga menyebut, mestinya semua instansi menjadikan Strategi Penanggulangan Kemiskinan Daerah yang telah dibikin sebagai rujuan ketika bergerak.

”Perlu kita sepakati bersama bagaimana menyinergikan program - program yang ada. Jangan sampai program yang sudah ada dimentahkan oleh program yang baru datang,” tandasnya.

Harapkan Investasi

Ketua Apindo Tjahyono Tajuddin meminta Pemkab terus menggalakkan penarikan investasi ke Batang. Sebab, kehadiran investor akan bisa membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Jika berharap ke sektor pertanian, kata dia, akan terlalu lama dalam penyerapan tenaga kerja.
”Kalau banyak investor tentu banyak tenaga kerja. Tenaga kerja dapat penghasilan, yang tadinya miskin tidak miskin lagi. Itu rumus,” tuturnya.

Kepala Bappeda Batang Susilo SH MM menyatakan, jumlah penduduk miskin di Batang pada 2008 sebanyak 121.955 orang. Jumlah tersebut 18,08 persen dari total penduduk di Batang. Sementara tahun 2009 jumlah warga miskin menurun menjadi 16,61 persen. Jika dibandingkan di tingkat provinsi dan nasional, posisi Batang berada di tengah. Sebab jumlah penduduk miskin di tingkat Jawa Tengah tahun 2009 sebesar 17,72 persen. Sementara secara nasional, angka warga miskin 14,15 persen. (H56-13)  
(/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER