panel header
DHUWUR WEKASANE, ENDHEK WIWITANE
Akhirnya Mulia, yang semula sederhana
panel menu
panel news ticker
Dalam rangka HUT Ke-62 Suara Merdeka, Lenssociety akan menggelar SUARA MERDEKA PHOTO RALLY, Minggu (12/2). Disediakan hadiah uang tunai Rp 12 juta, doorprize kamera DSLR Nikon dan Canon, Blackberry, handphone, televisi, voucher hotel, dan lain-lain. Kontribusi Rp 50.000/peserta, mendapatkan kaus dan makan siang. Pendaftaran di kantor SM, Gedung Unaki Jalan Pemuda 95-97 Semarang, Wahyudi (081326700700), Tom (08122575555), dan Star Flash Jalan Thamrin No 65 Semarang telepon 08156561800.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Berita Utama
24 Agustus 2010
Blower Meledak, Pabrik Mebel Terbakar
MAGELANG- Pabrik furnitur PT Kayu Lima Utama Magelang terbakar, kemarin sore. Akibatnya, ratusan mebel siap ekspor ludes. Kerugian diperkirakan ratusan juta rupiah.

Menurut keterangan, kebakaran terjadi sekitar pukul 16.10. Saat itu, sebuah mesin blower bocor sehingga api merembet ke bagian lainnya. Beberapa saat kemudian cerobong blower ambruk, sehingga api langsung melalap ratusan mebel siap ekspor.

”Peristiwa itu berlangsung cepat sekali. Setelah blower meledak dan cerobong ambruk, api menyambar ke mana-mana. Para karyawan yang panik segera berhamburan menyelamatkan diri,” tutur Nur Kholis (26), salah satu saksi. Nur Kholis mengaku saat api mulai membakar dia sedang berada di dekat blower tersebut.

Kepala Dusun Randugunting, Desa Blondo, Kecamatan Mungkid Marjiono mengatakan, cat dan tiner yang banyak terdapat di pabrik itu membuat api cepat besar.

Sebanyak 250 karyawan PT Kayu Lima bekerja keras mengambil barang-barang yang masih bisa diselamatkan. Namun, uang arisan karyawan ikut terbakar.
”Kami minta kalian semua berkumpul dan jangan panik,” pinta pemilik PT Kayu Lima Utama Magelang Joko Budi Santoso di sela-sela kebakaran kepada para karyawati yang ketakutan.

Hingga semalam api belum bisa dipadamkan meski empat mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Magelang dikerahkan ke lokasi. Sekitar pukul 18.15 api justru kian membesar setelah tumpukan kayu yang baru saja dioven ikut terlalap si jago merah.

Suasana semakin mencekam saat atap pabrik yang terbuat dari baja ringan ambruk. Petugas pemadam kebakaran menjebol sejumlah titik di dinding pabrik untuk mempermudah pemadaman.

Macet

Kejadian itu membuat para karyawan tidak bisa segera pulang dan terpaksa berbuka puasa di pinggir jalan dengan menu seadanya. Suasana di lokasi kejadian mirip pasar malam.

Kebakaran juga menyebabkan jalan raya Mertoyudan-Keprekan macet tiga kilometer. Polisi mengalihkan arus lalu lintas dari arah Yogyakarta melewati Mendut-Kota Mungkid dan kembali ke jalan Mertoyudan-Keprekan.

Menurut Riana, salah satu karyawan,  begitu mesin blower terbakar, para karyawan  langsung berhamburan keluar.

”Banyak karyawan baru sehingga mereka bingung saat mesin blower terbakar. Saya saat itu sedang shalat ashar. Seharusnya begitu terbakar, para karyawan langsung mematikannya dengan alat yang ada,”kata dia.

Kapolsek Mungkid AKP Mujiono yang ditemui di lokasi kejadian mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. Penyebab pasti kebakaran akan diselidiki lebih lanjut. (bib-59) (/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER