panel header
KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK
Banyak Pengeluaran, Kurang Penghasilan
panel menu
panel news ticker
Dalam rangka HUT Ke-62 Suara Merdeka, Lenssociety akan menggelar SUARA MERDEKA PHOTO RALLY, Minggu (12/2). Disediakan hadiah uang tunai Rp 12 juta, doorprize kamera DSLR Nikon dan Canon, Blackberry, handphone, televisi, voucher hotel, dan lain-lain. Kontribusi Rp 50.000/peserta, mendapatkan kaus dan makan siang. Pendaftaran di kantor SM, Gedung Unaki Jalan Pemuda 95-97 Semarang, Wahyudi (081326700700), Tom (08122575555), dan Star Flash Jalan Thamrin No 65 Semarang telepon 08156561800.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Semarang Metro
21 Juli 2010
Wereng Ancam 1.952 Hektare Padi
KENDAL - Sebanyak 1.952 hektare dari total 13.000 hektare sawah di Kendal yang ditanami padi, terancam terserang wereng cokelat. Hal tersebut diungkapkan Subaidi, Kepala Dinas Pertanian setempat, Senin (19/7) lalu.

Menurut dia, dari data lapangan, saat ini sawah yang diserang hama masih sekitar satu hektare.
Jika tidak diantisipasi dengan penanganan dini, dikhawatirkan akan mengancam ribuan hektare padi yang dalam masa awal musim tanam kedua ini.

“Dari temuan kasus, ada 10 ekor per rumpun pati. Karena itu kami telah memberi bantuan penanganan serta gerakan pengendalian massal. Daerah-daerah yang rentan terserang wereng di musim tanam kedua ini, di antaranya Kecamatan Rowosari, Patebon dan Brangsong,” katanya.
Dikatakan, sebagai langkah pencegahan serangan hama wereng agar tidak meluas, dia mengimbau para petani untuk berupaya menangani secara mandiri.

Penanganan mandiri dengan pengamatan khusus dan rutin sejak dini, sebelum wereng mewabah.
“Penanganan sejak dini bisa dengan mengontrol padi tiap tiga hari sampai satu minggu sekali. Jika ada temuan wereng muda, bisa diatasi dengan pestisida nabati, seperti urin sapi dan sari tembakau.
Memang serangan wereng harus diwaspadai. Tahun lalu di Kendal tercatat ada 400 hektare sawah yang gagal panen akibat hama ini,” katanya.

Tikus dan Sindep

Selain wereng cokelat, hama lain yang harus diwaspadai petani adalah tikus dan ulat penggerek batang (sindep). Menurut  Subaidi, hama jenis ini menjadi  momok petani, karena tiap tahun menyerang padi di Kendal.

Saat ini, dari data yang dimiliki Dinas Pertanian, sudah ada 461 hektare sawah yang diserang tikus. Sementara untuk serangan sindep, tercatat ada 20 hektare, dan tanaman menjadi mati.
Beberapa hama lain yang menjadi ancaman, di antaranya wereng hijau dan keong mas.
Pihaknya terus menyosialisasikan upaya pencegahan serangan hama itu. Namun tidak semua pestisida bisa memberantas seluruh hama. (lan-16) (/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER