panel header
NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
Dalam rangka HUT Ke-62 Suara Merdeka, Lenssociety akan menggelar SUARA MERDEKA PHOTO RALLY, Minggu (12/2). Disediakan hadiah uang tunai Rp 12 juta, doorprize kamera DSLR Nikon dan Canon, Blackberry, handphone, televisi, voucher hotel, dan lain-lain. Kontribusi Rp 50.000/peserta, mendapatkan kaus dan makan siang. Pendaftaran di kantor SM, Gedung Unaki Jalan Pemuda 95-97 Semarang, Wahyudi (081326700700), Tom (08122575555), dan Star Flash Jalan Thamrin No 65 Semarang telepon 08156561800.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Pendidikan
15 Juli 2010
Suara Guru
Sekolah Bermutu Bagus tetapi Tidak Mahal, Mungkinkah?
  • Oleh Kusmin
TAHUN ajaran baru telah dimulai. Satuan pendidikan berbagai jenjang telah mengawali aktivitas proses pembelajaran. Bagi siswa baru, minggu awal merupakan penyesuaian. Sementara kelas di atasnya harus segera melaksanakan aktivitas rutin pembelajaran.

Sebuah ide yang menyejukkan, adakah kemasan suatu sekolah yang didesain dapat maju, baik sekaligus bermutu dengan ongkos pendidikan tidak mahal? “Sekolah tidak mahal” bak embun segar di tengah terik matahari.

Makna ini tentu harus diurai dengan tepat. Tidak mahal yang seperti apa, apakah terjangkau, murah atau bagaimana?
Saya sangat sepakat jika dunia pendidikan harus maju dan berkualitas. Masyarakat dan komunitas pendidikan pun sangat setuju bila kita mampu mewujudkan sekolah yang hebat dan berkualitas.

Namun, satu hal ketidaksetujuan masyarakat luas tampaknya hanya seputar besarnya ongkos bantuan pendidikan yang selama ini dianggap mahal dan tidak terjangkau, bukan? Sekolah tidak mahal dapat terwujud bila segala program menuju ke arah perbaikan mutu mendapat dukungan dari pemerintah, baik pemerintah daerah maupun sumber lain yang tidak mengikat.

Dapat Diwujudkan

Kualitas sekolah sangat tergantung pada perencanaan satuan pendidikan yang matang, pengelolaan, daya dukung, dan manajerial pemimpin yang bermutu. Sekolah yang dikelola acak-acakan dan program tidak jelas, hanya akan memperbesar pemborosan. Mewujudkan sekolah maju membutuhkan komitmen stakeholders satuan pendidikan. 

Sekolah ibarat sebuah gerbong besar menuju visi-misi yang dicanangkan. Kepala sekolah bak masinis pengendali loko satuan pendidikan. Namun, sudahkah sang masinis melihat gerbong yang paling belakang? Sangat dikhawatirkan, ide cerdas dan program hebat hanya sebuah mimpi yang sulit dilaksanakan.

Saya sangat sependapat, jika mimpi indah sekolah tidak mahal dapat diwujudkan. Konsekuensinya, beranikah pemangku kepentingan satuan pendidikan memberi kontribusi memadai? Bila tidak, ide cerdas yang dicanangkan tampaknya masih di awang-awang.(75)

Kusmin, Guru SMA 1 Salatiga (/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER