panel header
NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
EKSPRESIKAN SAYANGMU... Ngucapin Valentine dapat hadiah? Yok Ikutan...!! Caranya mudah: (1) Bikin video ucapan kasih sayang durasi 1 menit. (2) Kirimkan ke wall facebook Suara Remaja atau share link Youtube ucapan kamu ke email suararemaja@ymail.com. Dapatkan modem, handphone, goodiebag, dan masih banyak lagi hadiah menarik. Ayo...buruan sekarang juga...!!
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Olahraga
22 Maret 2010
Kegagalan di All England
Butuh Mental Juara
JAKARTA-Mental juara saat ini menjadi masalah utama bagi pebulutangkis Indonesia. Buruknya prestasi atlet pelatnas Indonesia di berbagai kejuaraan internasional ditengarai tidak lepas dari faktor mental mereka dalam menjalani kejuaraan tersebut.

Mereka benar-benar  tidak total dan serius menggeluti cabang olahraga yang telah digeluti. Inilah yang berpengaruh sekali terhadap  persiapan menuju suatu event.

”Mereka hanya mau juara, tapi tidak mau seratus persen mempersiapkan diri untuk itu,” kata mantan atlet ganda putra nasional, Chandra Wijaya, di Jakarta kemarin.

Menurut dia, semua atlet penghuni Pelatnas Cipayung pasti maunya juara, tapi mereka tidak sadar bahwa untuk mencapai ke arah itu butuh kerja keras dan persiapan dalam latihan yang luar biasa.
Menurut juara Olimpiade Sydney 2000 ini, sikap yang lebih baik itu dimiliki oleh para atlet nonpelatnas atau yang sekarang lebih dikenal sebagai pemain profesional.

Mereka yang memilih jalur profesional mungkin bisa lebih total dalam mempersiapkan diri karena mereka tahu bahwa semua harus dipersiapkan sendiri sehingga baik dan buruknya hasil dari sebuah kejuaraan akan berpengaruh kepada mereka juga. ”Ini yang tidak dimiliki atlet Pelatnas Cipayung yang dalam banyak hal mereka banyak dibantu oleh pengurus,” ucapnya.

Lebih Total

Chandra menjelaskan, dengan sikap yang lebih total tersebut, maka capaian para atlet nonpelatnas jadi lebih baik di beberapa kejuaraan terakhir, seperti pasangan ganda Markis Kido/Hendra Setiawan dan Taufik Hidayat di turnamen All England Super Series, baru-baru ini.

Ganda Kido/ Hendra maupun Taufik Hidayat mampu bertahan sampai babak semifinal pada saat atlet pelatnas nomor yang sama terhenti pada babak yang lebih awal.
”Pengurus PBSI harusnya mampu mengubah sikap mental para atlet tersebut agar prestasi Indonesia di kancah dunia tidak semakin tenggelam.

Juara All England 2003 bersama Sigit Budiarto ini  juga menyampaikan rencananya menggelar turnamen bulutangkis khusus ganda bertajuk ”Candra Wijaya Men’s Double Championship 2010”. Turnamen berhadiah total Rp 250 juta ini akan berlangsung di GOR Asia-Afrika, Senayan, Jakarta, 22-25 April mendatang.(D3-83)
(/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER