SEMARANG-Alasan rem blong sebagai penyebab kecelakaan yang kerap dilontarkan pelaku membawa pengaruh negatif pada pencitraan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkomnfo) Kota Semarang.
Alasan itu dinilai memberikan kesan buruknya kinerja lembaga yang juga menangani pengujian kendaraan bermotor tersebut.
Kasi Teknik Kendaraan dan Sarana Prasarana Dishubkominfo, Zaenal Arifin mengatakan, sikap asal jawab sopir angkutan yang dilontarkan pada media massa memancing pandangan terhadap rendahnya keakuratan hasil uji laik jalan.
Dia menyatakan, sekurangnya telah dua kali mendatangi pengadilan sebagai saksi ahli karena kasus tersebut.
Kenyataannya, setelah dicek kendaraan termasuk rem dalam kondisi wajar karena telah diuji kelaikannya enam bulan sekali.
Bahkan, Dishub akan mengembalikan kendaraan pada pemilik jika masih ditemukan ketidakberesan saat kendaraan diperiksa. Pihaknya berharap kejadian serupa tak terulang lagi.
’’Tak sedikit sopir asal nggembor dengan mengatakan kecelakaan disebabkan remnya blong, padahal itu karena murni karena kelalain atau kecerobohannya sendiri,’’ ungkapnya, baru-baru ini.
Menurutnya, kesadaran pemilik angkutan untuk melakukan uji kir terbilang tinggi beberapa tahun ini. Pihaknya pun tak pernah memergoki terjadi pemalsuan plat samping sebagai bukti kendaraan telah diuji.
Bukan hanya karena takut akan ancaman sanksi yang diberikan, lanjut Zaenal, namun rata-rata pemilik kendaraan tersebut memiliki kesadaran diri untuk memaksimalkan kondisi angkutannya. Dalam sehari, pihaknya menangani uji kelaikan kendaraan tersebut antara 200-250 orang.
Selain memeriksa kendaraan setengah tahun sekali, pihaknya juga aktif memberikan teguran pada pengemudi (terutama di terminal) jika secara kasat mata, semisal body kendaraan atau lampu tidak dalam keadaan tak wajar.(K26-87) (
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad