panel header
DHUWUR WEKASANE, ENDHEK WIWITANE
Akhirnya Mulia, yang semula sederhana
panel menu
panel news ticker
EKSPRESIKAN SAYANGMU... Ngucapin Valentine dapat hadiah? Yok Ikutan...!! Caranya mudah: (1) Bikin video ucapan kasih sayang durasi 1 menit. (2) Kirimkan ke wall facebook Suara Remaja atau share link Youtube ucapan kamu ke email suararemaja@ymail.com. Dapatkan modem, handphone, goodiebag, dan masih banyak lagi hadiah menarik. Ayo...buruan sekarang juga...!!
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Semarang Metro
22 Maret 2010
Jalan Mranggen-Waru Terendam Banjir
DEMAK - Hujan yang turun Sabtu (20/3) malam mengakibatkan sejumlah ruas jalan di wilayah Kecamatan Mranggen tergenang. Kondisi paling parah terdapat di jalan sepanjang dua kilometer di Desa Waru. Ruas jalan yang terdapat pada jalur alternatif Onggorawe-Mranggen itu terendam air setinggi 40 sentimeter. Banjir terjadi akibat Sungai Pembuangan Gading Lama yang berada di sisi selatan jalan meluap.

Akibat banjir, banyak pengguna kendaraan yang terpaksa beralih ke jalur Mranggen - Pamongan - Guntur. Tidak sedikit pengendara sepeda motor yang nekat menerobos banjir. Namun hampir sebagian besar kendaraannya mogok setelah kemasukan air. Mereka pun menuntun hingga ke lokasi yang tidak banjir.

Banjir hanya menggenangi jalan. Air dari Sungai Pembuangan tersebut melimpas melewati jalan dan masuk ke saluran irigasi. Karenanya tidak ada sungai atau pemukiman yang tergenang.

Kepala Desa Waru, Ahmad Syafii mengatakan, Sungai Pembuangan Gading Lama selalu meluap ketika musim hujan. Hal itu terjadi karena sungai tersebut tidak terlalu dalam dan lebarnya hanya sekitar tiga meter. ’’Kalau tidak ada normalisasi di Sungai Gading Lama, banjir yang selalu mengenangi Jalan Onggorawe-Mranggen tidak akan bisa diatasi.’’

Karena banjir yang selalu terjadi pada musim penghujan, membuat tanah jalan di bawah beton bergerak. Apabila hal itu dibiarkan, bukan tidak mungkin akan mengikis kekuatan jalan beton bertulang. Menurut penuturannya, selain perlu adanya normaslisasi Sungai Gading Lama, juga perlu dibuatkan talut batu agar di kedua sisi sungai tidak mudah terkikis. Selama ini, banjir yang menggenangi Jalan Waru tidak pernah berlangsung lama.

Sementara itu genangan air di Jalan raya Mranggen, tepatnya di depan pasar menyebabkan arus lalu lintas dari Semarang dan Grobogan berjalan merambat. Genangan air terjadi karena selokan dan saluran air di kedua sisi jalan tidak berfungsi normal. Banyak lubang di trotoar jalan yang tersumbat, sehingga air hujan menggenangi jalan. (H1-16) (/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER