panel header
NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
EKSPRESIKAN SAYANGMU... Ngucapin Valentine dapat hadiah? Yok Ikutan...!! Caranya mudah: (1) Bikin video ucapan kasih sayang durasi 1 menit. (2) Kirimkan ke wall facebook Suara Remaja atau share link Youtube ucapan kamu ke email suararemaja@ymail.com. Dapatkan modem, handphone, goodiebag, dan masih banyak lagi hadiah menarik. Ayo...buruan sekarang juga...!!
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Semarang Metro
22 Maret 2010
Dua Atap SDN 03 Genggangtani Ambrol
  • Butuh Ruang Kelas Darurat
GROBOGAN - Dua atap ruang kelas SDN 03 Genggangtani Kecamatan Gubug ambrol. Kejadian tersebut berlangsung dua kali, yaitu pada Senin, (15/2) dan Kamis (18/3). Atap ruangan yang ambrol tersebut adalah ruang kelas I, II dan III. ’’Alhamdulillah saat ambrol tidak ada siswa yang jadi korban. Ruang kelas I dan II ambrol pada pukul 17.00. Sementara untuk kelas III ambrol pada pukul 08.45. Meski telah dikosongkan, biasanya banyak siswa yang bermain disitu,’’ terang Kepala SDN 03 Genggangtani Slamet Supriyadi didampingi Budi Kurniawan guru kelas II SD setempat, Sabtu (20/3).

Dijelaskan, dua ruang kelas tersebut, sejak sebulan yang lalu memang telah di kosongkan. Hal ini menyusul bangunan kelas yang telah direnovasi pada tahun 1997 tersebut, baik kuda-kuda atap ruangan tersebut tidak lagi kuat menyangga. Selain itu banyak eternit (plafon-red) berjatuhan.

Karena kelas yang tersedia terbatas, selanjutnya untuk siswa kelas I dan II direlokasi di gudang sekolah dan harus bergantian jam masuknya. Kelas I yang berjumlah 19 siswa masuk mulai pukul 07.00 sampai pukul 10.30, sedangkan kelas II masuk dari pukul 10.30 sampai pukul 12.00. Sementara untuk kelas III di tempatkan di rumah dinas kepala sekolah yang sudah lama tidak digunakan.
’’Karena terbatasnya ruangan, akhirnya kami gunakan ruangan seadanya. Dan bagaimana pun juga kegiatan belajar mengajar anak-anak harus tetap berjalan seperti biasanya,’’ tambah Slamet.

Dari kejadian ini, pihaknya mengaku telah melaporkan kepada Dinas Pendidikan (Disdik) melalui pengajuan proposal perbaikan gedung sekolah yang sudah berusia hampir 32 tahun itu.

’’Untuk satu lokal yang digunakan kelas I dan II memang telah kami laporkan kepada Dinas Pendidikan untuk mendapatkan perbaikan, namun sampai sekarang belum ada jawaban, maupun kunjungan. Sementara untuk kelas III baru kami laporkan. Mudah-mudahan, bantuan perbaikan gedung ini segera ditindaklanjuti,’’ ujar Slamet.

Sementara itu menurut Yoseph, siswa kelas dua,  ruang kelas yang ada lebih sempit dan panas. Di ruang darurat dirinya mengaku tidak betah. Dia ingin ruang kelasnya kembali seperti semula. (K11-16) (/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER