DEMAK - Ratusan santri pondok pesantren Girikesumo Desa Banyumenang Mranggen bersama anggota laskar merah putih Jawa Tengah melakukan penanaman 3.000 pohon.
Kegiatan yang berlangsung di Ponpes Girikesumo tersebut dihadiri Bupati Drs H Tafta Zani MM dan pengasuh ponpes KH Munif Zuhri, Sabtu (20/3). Pada kesempatan tersebut, Bupati juga meresmikan Lempaga Pendidikan Keterampilam (LPK) Ki Ageng Giri.
Ketua panitia penanaman pohon, Bambang Sutejo mengatakan, gerakan menanam sengaja digiatkan lembaganya untuk membantu pemerintah dalam menyelamatkan bumi.
Sejauh ini kerusakan yang terjadi di bumi dalam ambang batas yang cukup memprihatinkan. Banyak hutan yang telah gundul karena penebangan liar. ’’Kami ingin ikut berpartisipasi bersama masyarakat, terutama kalangan santri untuk ikut menghijaukan bumi,’’ katanya.
Bambang menambahkan, tugas penyelamatan alam harus dilakukan oleh semua lapisan masyarakat. Bukan hanya mereka yang bertempat tinggal di perkotaan, tetapi juga pedesaan, pegunungan dan pantai.
Pohon Mahoni
Untuk wilayah pantai, penanaman diutamakan dengan pohon mangrove atau bakau. ’’Sedang untuk dataran tinggi, pegunungan bisa berbagai jenis. Seperti dalam aksi tanaman pohon ini kami bersama pemerintah menyiapkan bibit pohon jati dan mahoni.’’
Aksi yang diadakan Laskar Merah Putih, diakui Bupati Drs H Tafta Zani MM sebagai bentuk kepedulian sosial dan lingkungan. Menurutnya, kegiatan LSM yang demikian patut diteruskan.
Gerakan penghijauan tidak perlu menghitung seberapa banyak bibit pohon yang telah ditanam. Namun yang terpenting adalah aksi yang terus menerus dan berkesinambungan. ’’Kami berharap masyarakat untuk memelihara dan menjaga bibit yang telah ditanam. Dengan harapan lima tahun ke depan pohon sudah besar dan menjadikan bumi kita ini hijau royo-royo.’’ (H1-16) (
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad