JAKARTA-Wakil Ketua Komisi IV DPR, Firman Soebagyo, mendesak pemerintah membatalkan kenaikan harga eceran tertinggi (HET) pupuk yang akan dilakukan April.
Menurut dia, kenaikan HET disebabkan ada pemangkasan subsidi pupuk 2010 dari Rp 18,4 triliun menjadi Rp 11,3 triliun. ’’Kenaikan HET pupuk akan menyebabkan beban petani makin berat karena biaya produksi lebih tinggi daripada hasil panen,’’ ujar Firman di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.
Dia memperkirakan kenaikan HET pupuk akan mencapai 50% sehingga berdampak pada kenaikan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah hingga 15%, serta daya beli petani berkurang. ’’Dampak lainnya adalah penurunan produksi beras nasional, terutama target produksi tahun ini yang diperkirakan turun 3%-3,5%,’’ tandas Firman.
Politisi asal Pati, Jateng itu mengatakan kenaikan HET pupuk tidak akan menjamin harga yang diterima di tingkat petani sama dengan harga yang ditetapkan pemerintah. Sebab, sistem distribusi yang dilakukan pemerintah tidak efektif. ’’Kami meminta pemerintah bersungguh-sungguh memperbaiki sistem distribusi daripada menaikkan HET pupuk.’’ (J22-27) (
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad