JAKARTA-Biaya obat yang mencapai 70% dari total komponen pelayanan kesehatan menjadikan masyarakat enggan berobat jika sakit. Tren pemborosan biaya kesehatan itu juga terlihat pada pembelanjaan obat bermerek atau obat paten lima tahun terakhir yang terus membengkak. Tahun 2005 mencapai Rp 23,5 triliun dan melambung menjadi Rp 32,9 triliun pada 2009.
Obat generik yang harganya terjangkau dan manfaatnya sama, penjualannya justru menurun 10% dari Rp 2,5 triliun menjadi Rp 2,3 triliun atau hanya 7,2% dari pasar obat nasional. Penurunan posisi obat generik secara nasional menunjukkan telah terjadi pembiayaan kesehatan yang tidak efisien.
‘’Intervensi pengendalian biaya obat agar harganya terjangkau menjadi hal mendesak. Selama ini pembiayaan obat kita tidak efisien dan memberatkan masyarakat,’’ kata Menteri Kesehatan, Endang Rahayu Sedyaningsih, saat meresmikan program ‘Sehat tapi Hemat Bersama Obat Generik Indofarma’ di Tangerang, kemarin. (wa-27)
(
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad