panel header
AMBEG PRAMA ARTA
Memberikan Prioritas Pada Hal-hal Yang Mulia
panel menu
panel news ticker
EKSPRESIKAN SAYANGMU... Ngucapin Valentine dapat hadiah? Yok Ikutan...!! Caranya mudah: (1) Bikin video ucapan kasih sayang durasi 1 menit. (2) Kirimkan ke wall facebook Suara Remaja atau share link Youtube ucapan kamu ke email suararemaja@ymail.com. Dapatkan modem, handphone, goodiebag, dan masih banyak lagi hadiah menarik. Ayo...buruan sekarang juga...!!
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Wacana
20 Maret 2010
Tajuk Rencana
Polarisasi PNS Menjelang Pilwakot
Sekitar sebulan mendatang, Kota Semarang akan menggelar pemilihan wali kota. Tepatnya Minggu Legi, 18 April 2010 pesta demokrasi itu digelar. Suasana lingkungan sudah sedemikian  riuh dengan segala bentuk media kampanye, baik spanduk, baliho, selebaran terang maupun gelap, iklan di media elektronik dan sebagainya. Sepanjang yang kita rasakan, semua masih berlangsung wajar, dan suhu politik meski menghangat tetapi belum sampai terasa panas. Sampai sekarang suasana terjaga kondusif, dan semoga demikianlah sampai nanti.

Para calon wali kota sepertinya cukup banyak, dan mungkin karena itulah masyarakat juga akan mengalami sedikit kebingungan dalam menentukan pilihan. Jika hanya ada dua atu tiga pasangan tidaklah terlalu rumit, tetapi manakala sampai empat-lima pasangan tentu agak repot menjatuhkan pilihan. Hanya saja berdasarkan pengalaman yang sudah berjalan, masyarakat biasanya sudah memiliki informasi dan referensi yang cukup untuk menentukan pilihan. Masyarakat sudah semakin cerdas, termasuk bagaimana mereka menyikapi pesan kampanye.

Khusus Kota Semarang ini, ada sesuatu yang unik. Ada beberapa calon wali kota yang datang dari birokrat, yakni Soemarmo HS, Harini, dan Farchan. Sedangkan Mahfudz Ali dengan posisi jabatan terakhir Wakil Wali Kota. Tetapi tak bisa dipungkiri masing-masing pasti punya fans sendiri-sendiri di kalangan PNS pemerintah kota. Hal itu bisa muncul karena hubungan yang bersifat pertemanan misalnya seangkatan, pimpinan dengan anak buah, kekaguman yang bersifat pribadi, dan sebagainya. Relasi seperti ini tentu tak bisa dihindari.

Dari konteks itulah tak bisa disalahkan manakala mereka merasa perlu saling membantu, dan pada derajat tertentu hatilah yang sebenarnya bicara ke mana pilihan harus dijatuhkan. Tentu saja para calon juga merasa perlu mendapatkan dukungan riil dari jumlah pegawai pemerintah kota yang memang tidak sedikit. Dan wajar saja misalnya mereka merasa perlu untuk memberikan dukungan pada calon yang berasal dari kalangannya sendiri. Tentu saja mereka juga berhak berbangga manakala ada PNS yang menjadi wali kota.

Barangkali yang perlu diingat adalah, hati boleh saja mendukung karena persoalan kedekatan atau pun kolega tetapi profesionalisme tetap perlu dijunjung tinggi. Manakala PNS Kota Semarang sampai tercerai berai, dan atau terkotak-kotak karena Pilwakot kali ini, sungguh amat berbahaya. Siapa pun nantinya yang terpilih, akan dihadapkan pada persoalan besar yakni bagaimana mengelola pemerintahan yang bersandar pada kekompakan dan keutuhan. Dan, jika sudah pecah teramat sulit untuk mengembalikan pada keadaan semestinya.

Untuk itu, sejak sekarang Wali Kota Sukawi Sutarip perlu melakukan langkah-langkah bagaimana agar netralitas PNS di lingkungan Pemkot Semarang terjaga. Biarlah nanti hati yang bicara di saat pemilihan, dan sekarang tidaklah perlu melakukan dukungan secara terbuka, apalagi dengan unjuk kekuatan. Hal yang sama juga kita ingatkan agar para pegawai menjaga diri untuk tidak terlibat terlalu jauh dalam upaya dukung mendukung pada salah satu calon. Sikap netral dan kemampuan menahan diri menentukan performa Pemkot di masa mendatang. (/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER