JAKARTA-Pemberlakuan perjanjian perdagangan bebas ASEAN-China (ACFTA) sejak 1 Januari lalu, cepat atau lambat akan berdampak kepada pemutusan hubungan kerja (PHK).
Beberapa industri manufaktur sudah mengisyaratkan hal itu. ’’Kami sudah menyiapkan dana hingga Rp 7 triliun untuk mengantisipasi klaim dana PHK pekerja,’’ kata Hotbonar Sinaga, direktur utama PT Jamsostek, kemarin.
BUMN penyelenggara jaminan sosial itu, sebelumnya memproyeksikan klaim tahun ini sebesar Rp 6 triliun. Namun, dana klaim dinaikkan menjadi lebih dari Rp 7 triliun dengan memperhitungkan dampak ACFTA.
Hotbonar menjelaskan kenaikan proyeksi klaim asuransi dipicu oleh kemungkinan banyak pekerja yang terkena PHK. Terutama terjadi pada perusahaan manufaktur yang kalah bersaing menghadapi gempuran produk murah China.
Dia mengaku cemas atas kemungkinan terjadi PHK massal yang akan mendorong pencairan jaminan hari tua (JHT) lebih besar dari kondisi normal.
“Seperti 2009, pencairan JHT lebih besar karena untuk mencairkan peserta sudah memenuhi masa kepesertaan lima tahun dan di-PHK atau tidak punya pekerjaan lagi,” ujarnya.
Penurunan
Dampak lain dari banyak pekerja di-PHK, lanjut Hotbonar, adalah penurunan jumlah peserta aktif. Namun, dia tidak menyebutkan persentase kemungkinan penurunan akibat banyak pekerja di-PHK. Saat ini Jamsostek memiliki sekitar 8,3 juta peserta aktif.
Kendati demikian, kata dia, dampak ACFTA dan PHK tidak akan berpengaruh banyak bagi kinerja Jamsostek. Peningkatan jumlah klaim hanya berdampak pada penurunan dana tersedia untuk diinvestasikan.
Sepanjang tahun ini, menurut dia, Jamsostek menargetkan investasi sekitar Rp 85 triliun.
“Mungkin akan terjadi pengurangan dari prediksi kami lebih dari Rp 80 triliun, antara Rp 1 triliun dan Rp 2 triliun,” ujarnya.
Kenaikan pencairan klaim asuransi pekerja juga tak akan memengaruhi solvabilitas Jamsostek. Beberapa tahun terakhir BUMN itu selalu berusaha menjaga tingkat solvabilitasnya di atas 300%. Angka tersebut jauh di atas standar yang hanya 120%.
’’Saat ini angka solvabilitas Jamsostek berada pada level 500%. Jadi, tidak akan ada masalah walaupun kas keluar lebih besar dibandingkan dengan yang ditargetkan,” tuturnya. .(wa-27)
(
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad