SEMARANG-Perum Bulog terus melakukan movement (pemindahan) stok beras, terutama di wilayah-wilayah yang mengalami kelebihan stok untuk menekan tingkat kerusakan akibat penyimpanan di gudang terlalu lama.
’’Saat ini sebagian besar stok beras yang menumpuk di Jawa, khususnya di daerah yang surplus, dipindahkan ke daerah yang membutuhkan, misalnya Sumatera dan Kalimantan,’’ tutur Sutarto Alimoeso, Direktur Utama Perum Bulog, kemarin.
Tahun ini, pihaknya lebih menekankan pada kualitas beras. Tetapi berbeda dari beberapa tahun lalu, saat ini produktivitas petani padi meningkat tajam sehingga penyerapannya juga makin tinggi dan membuat beras yang diserap disimpan lebih lama.
’’Dulu hanya tersimpan beberapa bulan, tetapi sekarang kita bicara tahun. Kami akan membenahi penyimpanan dan melakukan movement ke luar Jawa supaya jangan sampai beras terlalu lama disimpan di gudang,’’ jelasnya di sela-sela Rakornas Pengadaan Gabah/Beras Dalam Negeri Tahun 2010 di Hotel Santika Premiere Semarang, kemarin.
Termasuk Provinsi Sulawesi Selatan yang mengalami penumpukan stok, kata dia, juga akan dipindahkan ke daerah lain. Akan dipilah mana yang secara kualitas layak dan tidak. Jika masa simpan lebih dari satu tahun, tentu akan mengalami penurunan kualitas.
’’Jika memang tidak layak, tak akan disalurkan. Saya meminta para kepala divisi regional dan subdivisi regional agar benar-benar memonitor peregerakan tersebut,’’ ujarnya.
Sutarto mengungkapkan dalam rakornas dibahas langkah strategis pengadaan tahun 2010 yang ditargetkan bisa mencapai 3,2 juta ton. Hingga Rabu lalu, realisasi pengadaan mencapai 35.100 ton atau jauh di bawah realisasi periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 379.200 ton.
Faktor Iklim
Menurut dia, faktor iklim berupa El Nino membuat masa tanam dan panen mengalami kemunduran.
Upaya strategis dilakukan supaya harga gabah di tingkat petani tidak mengalami penurunan di bawah harga pembelian pemerintah (HPP) Rp 2.640/kg.
Meski dikabarkan di sejumlah daerah, misalnya Grobogan dan Demak, harga di lapangan hanya Rp 2.000/kg, persoalan tersebut perlu dikaji lebih jauh.
Tim satuan tugas (satgas) di daerah perlu segera diterjunkan untuk memantau penyerapan gabah dan beras. Bisa saja di lapangan gabah yang diserap dengan harga Rp 2.000/kg memiliki kualitas rendah. (J14-27) (
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad