Keyakinan bahwa penggerebekan teroris oleh polisi beberapa hari lalu merupakan salah satu cara pengalihan isu publik dari kasus Bank Century hingga wacana pemakzulan, disampaikan oleh Boni Hargens dan Hidayat Nurwahid. Pengamat politik dari Universitas Indonesia dan anggota Komisi I DPR itu yakin dan menilai wajar jika muncul spekulasi penanganan teroris hanya untuk mengalihkan perhatian. Menurut Boni, terorisme bukan melulu kejahatan, tetapi bisa diciptakan untuk sebuah komoditas politik atau bisnis politik.
Hidayat Nurwahid menegaskan, jika memang polisi telah mengetahui keberadaan para teroris sejak setahun lalu, mengapa penggerebekan tersebut tidak dilakukan sebelum skandal Bank Century mencuat? Tali-temali pengalihan isu juga dikaitkan dengan realitas media massa yang mengangkat soal terorisme secara besar, dan melupakan eksekusi politik dan hukum Pansus Hak Angket Bank Century. Spekulasi lainnya, penggerebekan oleh polisi dilakukan tepat pada saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berkunjung ke Australia.
Melalui ruang editorial ini, kita memang sempat mendeskripsikan munculnya spekulasi-spekulasi seperti statemen Boni dan Hidayat. Namun pada sisi lain, hasil penggerebekan yang berkategori kakap, yakni tewasnya Dulmatin merupakan realitas yang tak bisa diabaikan. Dulmatin adalah fakta perburuan dalam jangka yang cukup panjang. Artinya, teori pengalihan isu merupakan keniscayaan, tetapi prestasi polisi — dalam hal ini Detasemen Khusus ‘88 — juga tetap kita pandang sebagai prestasi dalam rangkaian pemburuan teroris.
Jadi kita memilih berada pada posisi untuk menegaskan, apakah perburuan itu merupakan pengalihan isu atau bukan, terorisme merupakan fakta yang tidak boleh disikapi dengan momentum ”pesanan”. Atau jangan mengintensifkan penggerebekan dan pemburuan hanya ketika situasi politik yang sedang dihadapi oleh pemerintah membutuhkan pengalihan perhatian publik lewat ekspresi fokus pemberitaan media. Terorisme, dengan bukti-bukti dinamikanya, harus diyakini tetap hidup dengan segala akar persoalannya.
Mengapa kecurigaan dan spekulasi adanya pengalihan isu itu segera berkembang, karena publik memang telah terbiasa menilai sejumlah kejadian yang seolah-olah terpapar untuk dijadikan fokus perhatian baru dibandingkan dengan masalah serius yang ketika itu sedang dihadapi. Wacana publik telah terbuka bagi bentuk-bentuk teori intelijen yang kemungkinan dijalankan di level elite. Maka pengaitan tindakan terhadap para buron terorisme dengan penenggelaman isu-isu strategis dapat dipahami dari sisi ini.
Kita tentu berharap pemburuan para tokoh penting lainnya, yang berangkai dengan penyisiran Aceh Nanggroe Darussalam dari potensi dijadikan sebagai base camp baru teroris, secara konsisten berlanjut dalam gerakan melawan terorisme. Untuk menegaskan bahwa spekulasi pengalihan isu Bank Century itu tidak benar, maka langkah politik dan hukum terhadap rekomendasi DPR juga tidak boleh melemah. Penanganan skandal dana talangan itu dan pemberantasan teroris harus sama-sama bergerak secara istikamah. (
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad