panel header
CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
EKSPRESIKAN SAYANGMU... Ngucapin Valentine dapat hadiah? Yok Ikutan...!! Caranya mudah: (1) Bikin video ucapan kasih sayang durasi 1 menit. (2) Kirimkan ke wall facebook Suara Remaja atau share link Youtube ucapan kamu ke email suararemaja@ymail.com. Dapatkan modem, handphone, goodiebag, dan masih banyak lagi hadiah menarik. Ayo...buruan sekarang juga...!!
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Suara Banyumas
19 Maret 2010
Bayi Umur Lima Hari Dibunuh Ayah Kandung
CILACAP- Bayi yang baru berumur lima hari tewas mengenaskan setelah dibunuh ayah sendiri, Rabu malam (17/3). Anak dari Fitriani (22), warga Dusun Sawangan RT 2 RW 6 Desa Bantarpanjang, Kecamatan Cimanggu itu ditemukan terkubur di sekitar Sungai Cikawung. Sang ayah, Asep Sutiyono (20) diduga mengidap kelainan jiwa, sehingga tega membunuh bayinya sendiri.

Dari keterangan warga, peristiwa tersebut diketahui pertama kali setelah mereka mendengar keributan di rumah korban, Rabu malam (17/3). ”Pukul 10.00 malam, saya dibangunkan keponakan karena ada ribut-ribut di rumah itu. Ternyata bayinya hilang,” kata Didi Suhardi (42), tetangga korban.

Keributan itu disebabkan sang bayi hilang saat Fitriani terbangun dari tidurnya. Saat itu pula, pihak keluarga mendapati Asep baru pulang dari sungai. Pihak keluarga dan tetangganya mendesak pria itu agar mengaku ke mana bayinya dibawa.

Setelah didesak, tersangka akhirnya mengaku mengubur bayinya di tepi Sungai Cikawung, tidak jauh dari rumahnya. ”Setelah mengaku, malam itu juga kami langsung mencari di sekitar sungai. Setelah ketemu, bayinya langsung dibawa pulang, sudah meninggal,” katanya.

Kelainan Jiwa

Masyarakat setempat menduga sang ayah menderita stres atau kelainan jiwa. Kondisi itu sudah diketahui masyarakat sejak sebelum dia menikah.

Semasa istrinya hamil, Asep juga sering marah-marah tanpa sebab. Puncaknya terjadi malam itu, saat dia membunuh dan mengubur bayinya sendiri.

Sementara itu, Kepala Desa Bantarpanjang, Slamet Riyanto menambahkan, kedua belah pihak keluarga suami istri tersebut sudah menyadari kondisi kejiwaan yang diidap pelaku. Adapun sang bayi yang belum sempat diberi nama itu langsung dimakamkan, seusai diperiksa pihak kepolisian, kemarin.

Kapolres Cilacap, AKBP Guruh Ahmad Fadiyanto melalui Kapolsek Cimanggu, AKP Siswo Sungkono mengatakan, pihaknya telah menahan pelaku di Polsek Cimanggu.

”Kami sudah mengamankan pelakunya. Kondisi kejiawaannya masih tidak stabil. Dia diduga stres. Rencananya mau diperiksa psikiater dulu,” katanya.

Dari keterangan pelaku, bayi itu ditendang terlebih dahulu sebelum dikubur. Hal itu terlihat dari bekas luka lebam yang dialami sang bayi. (J11-88) (/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER