JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengajak seluruh rakyat menyukseskan peningkatan penerimaan negara dari pajak. Wajib pajak hendaknya mematuhi ketentuan konstitusi dengan membayar pajak sesuai perhitungan yang sebenarnya.
Menurutnya, wajib pajak yang berdisiplin dan memenuhi kewajibannya adalah pahlawan.” Wajib pajak yang lalai mencederai dan mengkhianati rakyat,’’ katanya ketika menyampaikan Surat Pemberitahuan Pajak Tahunan (SPT) Pajak Penghasilan (PPh) Orang Pribadi tahun 2009 di Kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Rabu (17/3).
Presiden mengajak segenap warga bangsa untuk membangun peradaban yang baik dan mulia antara lain dengan membikin pemerintahan makin bersih, makin transparan, makin responsif, makin akuntabel dan patuh menjalankan kewajibannya demi kepentingan bersama dan kepentingan umum.
Dalam acara yang dihadiri seluruh pimpinan lembaga tinggi negara dan menteri Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, SBY menyebut ada tiga hal yang penting dipastikan terkait pajak.
Pertama, pelayanan terbaik yang dilaksanakan petugas pajak. Kedua, adanya kepatuhan dari para wajib pajak untuk menjalankan kewajibannya membayar pajak. Dan ketiga, pendayagunaan dan pengelolaan dana pajak yang diterima dari masyarakat dengan baik.
Presiden mengatakan, seperti kebanyakan negara maju prosentase pendapatan dari pajak diharapkan mencapai 70-80 persen. Diharapkan jika ekonomi terus tumbuh di atas 6% pendapatan dari pajak bisa bertambah sebanding dengan pertumbuhan ekonomi.
’’Dengan makin tingginya pajak yang kita terima maka akan bisa mengurangi kemiskinan, bisa meningkatkan pendapatan rakyat kecil, bisa menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendidikan, kesehatan, usaha mikro, infrastruktur yang diperlukan masyarakat,’’ tandasnya. (A20-49) (
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad