SEMARANG-Bisnis waralaba menjadi pilihan banyak orang ketika memutuskan untuk terjun di dunia enterpreneur. Menurut Ketua Dewan Pengarah Perhimpunan Waralaba Indonesia Drs Amir Karamoy MSc pada 2009 tercatat 889 perusahaan waralaba. Ratusan perusahaan tersebut membentuk 42.011 gerai baik compny owned outlet maupun franchised outlet .
“Perputaran penjualan waralaba sendiri cukup tinggi yakni mencapai 85,3 triliun,’’ kata dia saat menjadi pembicara dalam seminar ekonomi bertema “Memacu Kreatifitas Menuju Wordl Class University Melalui Pengembangan Jiwa Keiwrausahaan yang Berlandaskan Moral dan Etika” di gedung Pasca Sarjana lantai 6 Undip, Semarang, Rabu (17/3).
Amir menyebut tingkat keberhasilan waralaba asing terhitung lebih tinggi dibandingkan skala nasional. Penyebabnya tak lain adalah sistem pengelolaan keuangan dan manajemen yang dilakukan. “Manajemen dan pengelolaan keuangan waralaba asing lebih terbuka, jujur dan apa adanya,’’ ungkapnya.
Kendati begitu apapun jenisnya, kata dia bisnis waralaba tetaplah menguntungkan dibandingkan non waralaba. Untuk bisnis waralaba tingkat keberhasilan usaha rata-rata mencapai 92%. Sementara untuk non waralaba tingkat keberhasilannya hanya 34%. “Ini sangat beralasan mengingat investor ‘membeli’ pengalaman usaha yang telah terbukti sukses dan menguntungkan,’’ imbuhnya.
Sementara itu Pendiri Universitas Ciputra Enterpreneurship Centre Dr(HC) Ir Ciputra mengungkapkan bahwa bukan hal yang gampang untuk mengajak masyarakat berwirausaha.
Dia menuturkan bahwa moral dan mind set dalam budaya kita saat ini adalah budaya peninggalan jaman kolonial. Penjajahan menyebabkan bangsa Indonesia kehilangan jiwa enterpreneur nya.
“Bangsa kita dijajah selama 350 tahun dan ini berakibat pengetahuan dan perekonomian tidak merata dan juga kemampuan entrepreneurship tersebut hilang sama sekali. Ini karena kita dulu dijadikan buruh, tidak diberi kesempatan untuk maju,’’ tuturnya.
Jiwa enterpreneurship sangat dibutuhkan sekarang ini, karena sudah banyaknya pengangguran yang ada di Indonesia. Seperti pada kasus banyaknya lulusan sarjana yang membutuhkan lapangan pekerjaan tetapi tidak diimbangi oleh ketersediaan lapangan kerja.
Jumlah TKI yang dari tahun ke tahun semakin bertambah banyak menunjukkan lapangan pekerjaan yang langka di Indonesia, juga sumberdaya alam yang tidak dapat diperbaharui.
Warung Sido Muncul
Dirut PT Sido Muncul Irwan Hidayat mengatakan kebanyakan pengusaha yang kini berhasil dan sukses memulai usahanya dari nol. Sebab, dalam memulai usaha dibutuhkan sebuah keberanian dan tidak takut gagal.
‘’Kuncinya jangan takut gagal. Jatuh bangun dalam berusaha itu biasa, karena itu kita harus ulet dan pandai memanfaatkan peluang yang ada. Kalau generasi sekarang berpegang pada falsafah itu, saya yakin akan menjadi pengusaha yang berhasil,íí katanya.
Untuk merangsang para mahasiswa dalam berusaha, dia menawarkan untuk ikut berjualan produk jamunya. Caranya, dengan memanfaatkan sepeda motor yang dimiliki mahasiswa untuk menjada ‘’sales’’ jamu.
‘’Daripada motor hanya digunakan untuk kuliah dan jalan-jalan, lebih baik dimanfaatkan untuk keliling jualan jamu. Keuntunganya bisa dimanfaatkan untuk bayar kuliah,’’ tandasnya.
Tidak hanya itu, dia juga berencana membuka warung Sido Muncul di sejumlah lokasi di Jateng. Tujuannya selain untuk membantu pedagang yang belum miliki warung, juga untuk mengembangkan jaringan waralaba.
‘’Tapi tolong dalam warung itu berjualan produk Sido Muncul, namanya saja warung Sido Muncul. Kalau nggak jualan produk Sido Muncul ya jadi lucu. Tapi saya tidak membatasi itu, silakan jualan apa saja, tetapi Sido Muncul menjadi menu wajib,’’ katanya .
Pembicara lain, Budi S Pranoto dari Component Group-Senior Director PT Astra mengatakan jika ingin berhasil dalam berbisnis, harus dipegang tiga prinsip, pertama taktik bisnis yang benar, hal ini membutuhkan waktu dan pengalaman. Kemudian feeling dan taktik berbinis. (H31, D14 -59) (
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad