Pertanyaan
Beberapa minggu yang lalu, saya menonton acara di televisi dengan narasumber dari MarkPlus Jakarta, yang menyatakan bahwa ke depan ada kecenderungan community branding. Perusahaan-perusahaan akan melakukan kerja sama dengan komunitas-komunitas tertentu untuk memasarkan produknya.
Ini artinya dalam strategi pemasaran ke depan kita harus mampu melakukan kolaborasi dengan pihak-pihak lain. Kira-kira hal apa saja yang menguntungkan dari proses pemasaran komunitas ini? Hal-hal apa saja yang harus disiapkan untuk pemasaran komunitas ini?
Saat ini saya bekerja di sebuah BUMN yang menangani pengiriman surat dan barang. Saya ingin membangun strategi pemasaran yang kreatif namun bisa diaplikasikan di perusahaan kami.
Yulianto, Semarang
Jawaban
Sebenarnya pemasaran ke komunitas bukan baru muncul sekarang ini, melainkan sudah cukup lama. Namun istilah community branding memang baru dipopulerkan akhir-akhir ini.
Sebagai contoh, dulu sudah sering kita saksikan peruahaan-perusahaan rokok masuk dan mensponsori beberapa acara yang dibuat untuk komunitas cluber, sepakbola, dll. Jadi kalau bicara polanya, pemasaran komunitas sudah cukup lama, yang berubah adalah cara pengomunikasiannya.
Kalau dulu cuma ada istilah sponsorship, maka sekarang bukan hanya memasang logo melainkan produk sudah membaur (engage) dalam materi yang disajikan oleh komunitas.
Kalau soal keuntungan, melalui komunitas diharapkan muncul proses asosiasi antara komunitas dan brand yang melebur dalam komunitas tersebut. Jadi, hal-hal yang perlu kita siapkan adalah mengukur tingkat asosiasii antara produk yang kita tawarkan dan segmen komunitasnya. Segmentasi bisa kita lakukan mulai aspek geografis/demografis, teknografis, hingga psikografisnya.
Tidak kalah penting, daya beli mereka! Banyak yang melakukan pemasaran komunitas hanya berhasil pada eventnya tapi gagal di penjualan.
Anggota komunitas antusias untuk membeli atau mengonsumis produk yang ditawarkan hanya pada saat event itu berlangsung, setelah itu mereka kembali acuh tak acuh terhadap produk yang mereka cicipi.
Nah, kalau mau mencoba strategi ini, aspek merancang isi (content) terutama terkait dengan aspek produk asosiatif menjadi sangat berpengaruh guna menjaga loyalitas mereka. Jadi sebelum memilih komunitas-komunitas yang akan dibidik, sebaiknya dirumuskan dulu keterkaitan antara produk dan kebiasaan konsumsi, gaya hidup, keyakinan, dan cara berpikir komunitas yang ditargetkan.Sekali lagi, ini bukan sekadar sponsorship bagi komunitas, melainkan branding dan outputnya haruslah tetap pada aspek selling.
Terkait dengan perusahaan Anda yang menangani masalah pengiriman barang/ dokumen, maka Anda harus bisa menciptakan keyakinan yang menancap di benak komunitas bahwa perusahaan X adalah satu-satunya perusahaan pengiriman dokumen / barang bagi komunitas mereka.
Seperti lazimnya langkah-langkah pemasaran, pada tahap awal memang baru tahap awareness, yaitu kesadaran komunitas bahwa ada perusahaan pengiriman dokumen/barang yang siap menjadi mitra mereka.
Tapi, Anda harus melakukan aksi kohesivitas, yaitu kemenyatuan brand Anda dan komunitas. Caranya? Bangun dialog yang bertujuan menciptakan kesan bahwa Andalah perusahaan yang mampu memberikan solusi atas rmasalah pengiriman dokumen/ barang bagi komunitas.
Tampillah sebagai seorang adviser yang hebat, sehingga membuat mereka merasa Andalah sosok yang selama ini mereka butuhkan, tapi belum pernah mereka jumpai. Salam Pemasaran!(59)
(
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad