panel header
CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
EKSPRESIKAN SAYANGMU... Ngucapin Valentine dapat hadiah? Yok Ikutan...!! Caranya mudah: (1) Bikin video ucapan kasih sayang durasi 1 menit. (2) Kirimkan ke wall facebook Suara Remaja atau share link Youtube ucapan kamu ke email suararemaja@ymail.com. Dapatkan modem, handphone, goodiebag, dan masih banyak lagi hadiah menarik. Ayo...buruan sekarang juga...!!
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Ekonomi & Bisnis
18 Maret 2010
Garuda Lepas Saham Maksimal 40%
JAKARTA- PT Garuda Indonesia (Persero) akan mengumumkan penjamin emisi (underwriter) pelaksanaan penawaran saham perdana (IPO) pada akhir bulan ini. Manajemen optimis, rencana IPO bisa dilakukan pada  kuartal III 2010.

Demikian diungkapkan Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar dalam paparan kinerja 2009 di Jakarta, kemarin. Menurutnya, perseroan akan mengundang sejumlah underwriter untuk mengikuti tender akhir pekan ini dan di akhir bulan sudah bisa diketahui pemenangnya.
‘’Saya belum akan menyebutkan nama, namun kami akan mengundang
underwriter asing dan lokal,î katanya.

Dia menjelaskan,  berdasarkan persetujuan Kementerian Negara  BUMN dan DPR jumlah saham yang akan dilepas maksimal 40 persen. Sehingga  pemerintah tetap menjadi pemegang saham mayoritas. “Dana yang  diperoleh dari IPO diperkirakan 300 juta dolar AS. Rencananya akan digunakan untuk keperluan ekspansi Garuda sampai 2014. Namun kami baru akan melakukan IPO setelah seluruh restrukturisasi utang
selesai dilakukan,” jelasnya.

Saat ini, kata dia,  total utang yang masih dimiliki Garuda  sebesar 527,8 juta dolar AS. Rinciannya,  247 dolar AS kepada European Credit Agency (ECA), 95 juta dolar AS kepada Commercial Lender, utang kepada  BUMN seperti PT Angkasa Pura I dan II serta PT Pertamina (Persero) sebesar 105 juta dolar AS, dan utang berbentuk Floating Rate Notes
(FRN)  87 juta dolar AS.

“Sampai hari ini, (Rabu, 17/3), red)   seluruh restrukturisasi selesai. Semua kreditur sudah menandatangani kesepakatan restrukturisasi kecuali ECA yang saat ini masih dalam proses negosiasi dokumentasinya. Diharapkan dokumentasi segera selesai, sehingga kami bisa go public setelah restrukturisasi selesai,” jelas Eddy Poerwanto, Direktur Keuangan Garuda.

Eddy menjelaskan, ada sejumlah opsi penyelesaian utang tersebut. Diantaranya memperpanjang jatuh tempo, konversi utang menjadi ekuitas dan pembelian kembali melalui mekanisme tender.

Sementara itu, ditengah situasi krisis ekonomi global yang masih belum pulih, Garuda Indonesia berhasil membukukan keuntungan (laba bersih)sebesar Rp 1.009 triliun pada tahun 2009 dengan laba usaha (operating profit) sebesar Rp. 807,6 miliar. Keuntungan (laba bersih) tersebut jauh meningkat dibanding keuntungan tahun 2008 lalu yang sebesar Rp 669 miliar.(bn-59) (/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER