panel header
NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
EKSPRESIKAN SAYANGMU... Ngucapin Valentine dapat hadiah? Yok Ikutan...!! Caranya mudah: (1) Bikin video ucapan kasih sayang durasi 1 menit. (2) Kirimkan ke wall facebook Suara Remaja atau share link Youtube ucapan kamu ke email suararemaja@ymail.com. Dapatkan modem, handphone, goodiebag, dan masih banyak lagi hadiah menarik. Ayo...buruan sekarang juga...!!
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Wacana
17 Maret 2010
Tajuk Rencana
Pro-Kontra Kedatangan Barack Obama
Rencana kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Indonesia mulai memancing reaksi pro dan kontra di dalam negeri. Pihak yang pro mengatakan kunjungan Obama ini akan meningkatkan citra Indonesia di dunia internasional, karena Indonesia dianggap sebagai mitra strategis AS. Kunjungan tersebut juga akan mengokohkan citra kepemimpinan Indonesia di Asia Tenggara sekaligus juga karena Indonesia masuk dalam G-20. Rencananya Obama berkunjung pada 21-22 Maret, dan bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan meluncurkan pakta kemitraan.

Pihak yang kontra berargumen, Obama tidak berbeda dari  presiden-presiden terdahulu Amerika. Siapa pun presidennya, Amerika tetaplah negara yang karena keadidayaannya selalu menerapkan standar ganda dalam hubungannya dengan negara-negara lain. Sikap Obama terhadap Israel juga dinilai tidak jauh berbeda dari George Walker Bush. Hingga saat ini dia belum mengeluarkan pernyataan tegas soal status kebijakannya yang benar-benar berisi dorongan konkret ke arah perwujudan perdamaian di Timur Tengah, bukan janji-janji diplomatis belaka.

Kita menghormati sikap pro dan kontra itu sebagai suatu cakrawala pendapat dalam kebebasan bersikap. Namun, justru dalam keluasan cakrawala itu tidak mudah untuk menarik batas hitam-putih dalam menyikapi kedatangan Obama. Menyitir pernyataan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) Ahmad Bagja, Obama merupakan tamu pemerintah dan negara, dan Pemerintah Indonesia tentu memiliki pertimbangan sendiri untuk menerimanya sebagai tamu negara. Apalagi di dalam ajaran Islam, seorang tamu sangatlah dihormati.

Dengan demikian, reaksi pro dan kontra tersebut seyogianya dimaknai sebagai dorongan untuk tetap bersikap kritis terhadap kunjungan ini. Tidak dipungkiri, Obama memiliki jejak sentimen historis karena masa kecilnya -- kendati singkat -- di Jakarta. Namun, tentu bukan karena alasan sesederhana itu yang melatarbelakangi kunjungannya. Sejak awal pemerintahannya, Obama menunjukkan iktikad menjadikan Indonesia sebagai salah satu mitra strategis terpenting di Asia Tenggara dengan mengutus Menteri Luar Negeri Hillary Rodham Clinton.

Sikap kritis itu bisa dilakukan dengan ikut serta menjaga agenda-agenda pertemuan kedua pemimpin untuk tetap pada koridor keberimbangan kepentingan dan politik luar negeri yang aktif di kedua pihak. Selain agenda peluncuran Overseas Private Investment Corporation (OPIC) atau perjanjian di bidang investasi, isu terorisme tentu juga menjadi agenda penting dalam pertemuan nanti. Di luar agenda itu, kita menggarisbawahi desakan Ahmad Bagja agar pemerintah bersikap terbuka kepada publik mengenai setiap agenda pertemuan dengan Obama.

Kebijakan Obama tentu juga berada di bawah sistem ideologi Partai Demokrat, yang lebih protektif dan mendahulukan isu domestik, berbeda dari Partai Republik yang selalu ingin membawa Amerika sebagai penguasa dunia. Dalam horison kritis itulah kita menyambut setiap agenda kedatangan Obama agar benar-benar mengemuka dalam implementasi yang bermanfaat bagi kedua belah pihak. Reaksi pro-kontra tersebut kita harapkan tidak terjebak pada penilaian apakah Obama musuh atau kawan. Yang terakhir ini rasanya tidak relevan dan tak bermanfaat.

***
Program Nasional Penanaman Satu Miliar Pohon dan Kampanye

Indonesia Hijau Berseri mendapat respon sangat baik dari berbagai kalangan di Jawa Tengah. Minggu lalu, tiga institusi besar yakni Kodam IV Diponegoro, PT Indomarco Prismatama dan Suara Merdeka terlibat kerja sama dalam upaya mensukseskan program tersebut. Sebuah gerakan yang terus menggelinding dan diharapkan menjadi seperti bola salju yang akan terus membesar seiring dengan waktu. Semakin banyak yang terlibat, program itu diyakini bakal sukses.

Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Budiman misalnya merasa harus ikut mensukseskan program tersebut karena institusi yang dipimpinnya mempunyai sumber daya yang besar. Ribuan prajurit, ribuan hektare lahan, jaringan, peralatan, dan juga kemauan sudah sangat cukup untuk mensukseskan program nasional tersebut. Apalagi jika TNI bisa bekerja sama dengan lembaga lain sehingga tercipta sinergi kuat, yang akhirnya selain mempercepat penuntasan juga memperoleh hasil optimal.

Di Jawa Tengah dan DIY, Kodam IV Diponegoro memiliki lahan ribuan hektare. Harus diakui, sebagian lahan-lahan yang selama ini digunakan untuk latihan tersebut belumlah hijau. Maka, dengan ikut terlibat dalam Go Green tersebut, TNI  sekaligus melakukan dua hal yakni mensukseskan program nasional, dan mengamankan kekayaan TNI. Bahkan, bukan sekadar mengamankan tetapi melakukan konservasi yang memiliki dampak positif terhadap perbaikan kualitas lingkungan hidup. Bagi Panglima, program ini tidak boleh main-main.

Hal lain yang penting dilakukan bukan sekadar gerakan menanam, tetapi juga pemeliharaan. Hal inilah yang juga disampaikan Pemimpin Umum Harian Suara Merdeka, Kukrit Suryo Wicaksono dengan meminta secara serius soal pemeliharaan tanaman. Apalah artinya ditanam ribuan bibit, manakala dalam beberapa minggu kemudian sebagian besar pohonnya mati. Untuk itulah, ketiga lembaga besar tersebut bersepakat tentang pentingnya pemeliharaan pasca tanam. Ini tentu sebuah langkah baik, dan sudah seharusnya menjadi catatan serius.

Dalam kaitan tersebut, kita ingin mengingatkan bahwa kerusakan lingkungan yang sedemikian parah membutuhkan gerakan tanam yang serius dan konsisten. Lahan dan hutan yang gundul sudah sedemikian meluas, sehingga di setiap harinya kita mendengar musibah tanah longsor. Bukan hanya lereng gunung saja yang longsor, tetapi juga lereng-lereng di berbagai sungai. Sedimentasi di ribuan sungai juga berlangsung amat cepat, sehingga memudahkan terjadi banjir di berbagai tempat. Semua lapisan harus terlibat dalam gerakan ini.

Program ”Satu Orang Satu Pohon” perlu dimaknai sebagai sebuah gerakan yang menginginkan bahwa setiap orang merasa perlu ikut terlibat. Merasa terlibat pada akhirnya merasa perlu ikut bertanggungjawab. Jadi, setiap individu pada akhirnya sadar akan tanggungjawab sosialnya. Lebih hebat lagi, bukan individu saja yang terlibat, tetapi juga lembaga pemerintahan dan swasta. Bukan tidak mungkin, gerakan ini bermetamorfosis menjadi kesadaran massal yang menuntun masyarakat memahami pentingnya perbaikan kualitas lingkungan. 
(/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER