
Pilkada atau Pilwalkot adalah salah satu instrumen politik dalam demokrasi yang menjadi peluang konstitusional untuk mengganti pimpinan suatu daerah, baik kabupaten maupun kota.
Melalui Pilkada diharapkan akan lahir seorang pemimpin yang merakyat.Tanggal 18 April 2010, warga Kota Semarang akan mempunyai hajat besar demokrasi, yaitu pemilihan wali kota dan calon wakil wali kota.
Satu per satu pasangan calon wali kota dan calon wakil wali kota Semarang dideklarasikan. Dari Mahfudz Ali - Anis Nugroho (MANIS) yang diusung Partai Demokrat.
Disusul Koalisi Merah Putih (PKS-Gerindra) Harini Krisniati-Ari Purbono. Kemudian Soemarmo - Hendi Hendrar Prihadi (Marhen) yang diusung oleh PDIP. Koalisi Pelangi (PAN,PKB,PPP) mengusung M Farchan-Dasih dan pasangan Bambang Raya Saputra - Kristanto.
Pertanyaannya, dengan wali kota yang baru apakah lima tahun ke depan, kondisi kota dan warga Semarang akan menjadi lebih baik? Memang pertanyaan ini tidak mudah dijawab.
Tapi setidaknya dengan kehadiran pemimpin baru diharapkan akan ada perubahan yang signifikan. Masalah kemiskinan, kesehatan, pendidikan, pengangguran, rob, jalan rusak dan lainnya diharapkan akan dapat diatasi.
Lalu sosok yang bagaimana yang akan kita pilih? Tidak banyak pemilih yang hanya berdasar integritas caleg. Tapi merupakan kombinasi dan perpaduan dari berbagai unsur.
Namun pemilih yang cerdas seharusnya didasarkan pada rekam jejak (track record) calon wali kota dan wakil wali kota. Integritas, keahlian dan program yang ditawarkan.
Saya mewacanakan pilihlah wali kota yang bisa ”ilir-ilir” .
Maksudnya bukan pemimpin yang suka kongkow -kongkow dan bersantai. Tapi wali kota yang dapat mewujudkan filosofi lagu ”ilir-ilir” yang diciptakan oleh Sunan Kalijaga. Seperti syair tembang ”lunyu-lunyu penekno, kanggo mbasuh dodot iro”. Biarpun licin, tetaplah memanjat untuk mencuci kain ”dodot”.
Dodot adalah sejenis kain kebesaran orang Jawa yang hanya digunakan pada upacara-upacara atau saat-saat penting. Dan buah belimbing pada jaman dahulu, karena kandungan asamnya sering digunakan sebagai pencuci kain, terutama untuk merawat kain batik supaya tetap awet.
Dengan kalimat ini Sunan Kalijaga memerintahkan orang Islam untuk tetap berusaha menjalankan lima rukun Islam walaupun banyak rintangannya (licin jalannya).
Semuanya itu diperlukan untuk menjaga kehidupan beragama mereka. Karena agama itu seperti ”pakaian” bagi jiwanya. Begitu juga wali kota terpilih nanti, diharapkan selalu berusaha memakmurkan warganya
”Dodot ira, dodot ira kumitir bedah ing pingggir”. Saat itu kemerosotan moral telah menyebabkan banyak orang meninggalkan ajaran agama, sehingga kehidupan beragama digambarkan seperti pakaian yang telah rusak dan robek.
”Dondomana, jlumatana, kanggo seba mengko sore.” Artinya perbaikilah untuk menghadap orang yang berkuasa atau raja. Disebut ”paseban” yaitu tempat menghadap raja.
Di sini Sunan Kalijaga memerintahkan agar memperbaiki kehidupan beragamanya yang telah rusak dengan cara menjalankan ajaran agama Islam secara benar, untuk bekal menghadap Allah SWT di hari nanti.
Wahid Romadlon
Forum Penulis Surat Pembaca (FPSP)
Jl Sekar Jagad II/17
Tlogosari Kulon, Semarang
***
Butuh Bantuan APE PAUD
Muktiharjo Kidul merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Pedurungan, Semarang, dengan masyarakat yang begitu kompleks, sehingga mereka sangat peduli akan pentingnya pendidikan anak pada usia dini.
Dengan semangat dan kerja keras yang begitu tinggi warga Muktiharjo Kidul bermodal dan sarana seadanya bersama-sama membangun tempat belajar untuk pendidikan anak pada usia dini (PAUD).
Kurangnya anggaran yang dibutuhkan, ada warga dengan sukarela menjadi tenaga pengajar tanpa mengharap apa-apa, bahkan dari mereka ada yang membantu dengan uangnya sendiri untuk membeli alat peraga sebagai media dalam mengajar.
Kami dari tim KKN IKIP PGRI Semarang menginginkan agar Desa Muktiharjo Kidul dapat menjadi desa yang bebas dari buta akasara dan meningkatkan mutu pendidikan sebagaimana yang sudah tercantum dalam UUD 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.
Kami mengharap bapak gubernur, ibu camat, kawan- kawan, penerbit, perusahan atau siapa saja yang ingin memberikan bantuan alat permainan educatif (APE), bisa menghubungi nomor 085225868783 atau bisa langsung ke Posko KKN kami di sebelah kelurahan Muktiharjo Kidul.
Ahmad Junaidi
Fak/Prodi FPBS/BHS Indonesia
Desa Gebang RT03/04 Bonang Demak