panel header
DHUWUR WEKASANE, ENDHEK WIWITANE
Akhirnya Mulia, yang semula sederhana
panel menu
panel news ticker
EKSPRESIKAN SAYANGMU... Ngucapin Valentine dapat hadiah? Yok Ikutan...!! Caranya mudah: (1) Bikin video ucapan kasih sayang durasi 1 menit. (2) Kirimkan ke wall facebook Suara Remaja atau share link Youtube ucapan kamu ke email suararemaja@ymail.com. Dapatkan modem, handphone, goodiebag, dan masih banyak lagi hadiah menarik. Ayo...buruan sekarang juga...!!
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Suara Banyumas
15 Maret 2010
Lintas Daerah
Banyak Warga Miskin Tak Masuk Jamkesmas
PURWOREJO-Banyak warga yang sebenarnya miskin di Kabupaten Purworejo, tetapi tidak ter-cover atau masuk dalam kuota Program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jam­kesmas). Penentuan kuota Jamkesmas menjadi kewenangan Pemerintah Pusat. Tahun 2010, kuota Jamkesmas di Kabupaten Purworejo tidak berubah, sama dengan tahun 2009, yakni 238.603 jiwa.

“Data itu berdasarkan pendataan Badan Pusat Statistik (BPS) 2008. Sebenarnya masih banyak warga miskin yang belum masuk kuota, tapi angka pastinya masih didata. Mungkin melalui Sensus 2010 ini,” ujar Kabid Promosi dan Pembiayaan Kesehatan drg Nancy Megawati MM, kemarin.

Untuk membantu pasien miskin yang tidak masuk kuota Jamkesmas, tahun 2010 ini Pemkab kembali menganggarkan dana pendamping. Plafonnya Rp 1,32 miliar, naik dibandingkan dengan tahun 2009 yang dianggarkan Rp 900 juta.

Selain itu, Pemprov Jateng saat ini juga menggodok program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). Peraturan Daerah (Perda) Provinsi tentang Jamkesda sudah disahkan dan tinggal menunggu finalisasi aturan pelaksanaanya berupa peraturan gubernur (pergub).

“Pergubnya sedang dimatangkan. Yang jelas program Jamkesda ini bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk membantu warga miskin yang tidak masuk kuota Jam­kesmas,” paparnya.

Secara terpisah Kabid Anggaran Dinas Pendapatan Pengelolaan Kekayaan dan Aset Daerah (DP2KAD) Purworejo Agus Amin Fadillah menjelaskan,  seperti tahun sebelumnya mungkin saja dana pendamping akan ditambah lagi, jika memang ada kekurangan.(H43-66)

Gubernur Serahkan Bantuan Perikanan

WONOSOBO- Gubernur Bibit Waluyo menyerahkan bantuan perikanan sejumlah tiga paket pada kelompok nelayan, saat kunjungan lokasi integrated farming di Desa Ngaliyan, Kecamatan Wadaslintang, Wonosobo, Sabtu (13/3). Bantuan tersebut merupakan bagian program peningkatan kesejahteraan masyarakat dalam rangka pembudidayaan peternakan dan perikanan ikan tangkap. ”Saya berharap bantuan ini bisa berkepanjangan dan dengan cara yang pas. Jangan sampai hari ini diberi kambing, besoknya sudah berubah cempe (anak kambing -red),”tegasnya.

Adapun bantuan yang diserahkan berupa satu paket jaring insang senilai Rp 10 juta untuk Kelompok Nelayan Setya Karya di Desa Kumejing, satu paket benih ikan patin senilai Rp 10 juta untuk Kelompok Nelayan Sejahtera Mandiri di Kelurahan Wadaslintang, dan satu paket rumpon senilai Rp 10,5 juta untuk Kelompok Nelayan Mina Barokah di Desa Karanganyar.

Bibit menilai kolam budi daya ikan patin yang ada di Dusun Lemiring tidak berkonsep alam. Menurutnya, sebelum diberi ikan, kolam sebaiknya terlebih dahulu diberi jerami dan kotoran ternak.

Bila sudah busuk, baru air dan ikan dimasukkan ke kolam. Dia sepakat kalau desa tersebut cocok menjadi wilayah budi daya ternak kambing, khusunya Peranakan Ettawa (PE). Namun peternak diharapkan jangan tergiur dengan tawaran yang tinggi.

Pasalnya, Malaysia kini tengah membudidayakan plasmanutfah kambing PE yang unggul, yang dimungkinkan indukannya berasal dari Indonesia. Karena itu, dia mengatakan, agar jenis-jenis kambing yang unggul jangan dijual. Melainkan dibudidayakan agar dapat berkembang lebih banyak lagi. (J9,P55-24) (/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER