panel header
NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
EKSPRESIKAN SAYANGMU... Ngucapin Valentine dapat hadiah? Yok Ikutan...!! Caranya mudah: (1) Bikin video ucapan kasih sayang durasi 1 menit. (2) Kirimkan ke wall facebook Suara Remaja atau share link Youtube ucapan kamu ke email suararemaja@ymail.com. Dapatkan modem, handphone, goodiebag, dan masih banyak lagi hadiah menarik. Ayo...buruan sekarang juga...!!
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Suara Banyumas
15 Maret 2010
Hidup di Negeri yang Karut-marut
  • Pentas Wayang di HPN dan Ultah PWI
WONOSOBO - Hidup di negeri karut-marut menjadi ke­prihatinan tersendiri. Pemimpin yang amanah masih menjadi idaman semua orang. Demokrasi juga masih compang-camping menemukan bentuknya.

Wahyu Mahkuta Rama yang artinya wahyu yang diberikan kepada Arjuna mengisyaratkan bahwa sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa akan kehadiran seorang pemimpin. Pemimpin juga harus bisa mengayomi rakyatnya seba­gaimana layaknya seorang Arjuna dalam cerita pewayangan.

Perubahan pada masyarakat menjadi salah satu tugas pemimpin yang baik. Perubahan juga tidak hanya pada perubahan fisik namun harus bisa mengubah seluruh aspek kehidupan, termasuk moral rakyat ke arah yang lebih baik.

Lakon Wahyu Mahkuta Rama dibawakan dalang asal Tegal Ki Enthus di Alun-alun Wonosobo, Sabtu malam (13/3). Ia banyak sekali menyinggung kebobrokan yang terjadi di negeri Indonesia. Mulai dari ulah para anggota Dewan di panggung politik hingga masih merajelalanya mafia hukum di semua instansi.“Beri contoh ora nyontoni,” kata dalang itu.

Buka Tabir

Dengan cara penyampaian yang khas, ia membuka tabir bahwa tidak semua orang bisa menjadi pemimpin. Dikatakannya, selama ini kekuasaan dimaknai sebagai bukti bentuk kedigdayaan di hadapan orang. Rakyat hanya dijadikan objek yang bisa dipermainkan seenaknya. “Harus ngayomi. Mboyong Wahyu Mahkuta Rama adalah ajaran hasta brata,” paparnya.

Ketika itu, Arjuna rela mencari wahyu dan petunjuk demi untuk rakyatnya meski harus bertapa di Gunung Kuta Runggu atau Solo Giri yang jauh dari keramaian. Juga digambarkan bahwa kejahatan sampai kapan pun tidak dapat mengalahkan kebaikan. “Sing becik bakal nemu dalan,” ujarnya.

Meski dalam meraih kebaikan itu harus dihadapkan dalam berbagai ujian. Dengan demikian, Wah­yu Mahkuta Rama akan hadir pada diri orang yang sukses. Pemimpin yang ideal itu mampu menyejahterakan rakyat dalam waktu yang cepat dan tepat.

Disebutkan, untuk meraih sukses diperlukan perjuangan seba­gaimana Arjuna dalam mencari wahyu. Sesekali Ki Enthus membumbui dengan guyon-guyon politik seputar Pilkada Wonosobo yang mengundang gelak tawa para penonton.
Di tengah-tengah pentas, di­selingi nyanyian biduan asal Wo­nosobo yang sekarang sudah menjadi artis Ibu Kota, Tumpuk.

Seperti biasa, begitu malam sudah larut, Enthus mengubah format dari wayang pakem ke pe­mentasan wayang golek. Ha­noman, si kera putih menjadi daya tarik para pengunjung yang semula sudah berniat pulang. (Edy Purnomo-24) (/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER