BANJARNEGARA-Jalur utama yang menghubungkan Kabupaten Pekalongan dengan Banjarnegara melalui Desa Sirongge, Kecamatan Pandanarum hingga kini masih terputus, menyusul ambruknya sebuah jembatan darurat yang melintasi sungai Gumelar di desa tersebut, baru-baru ini.
Jembatan darurat yang ambruk itu sendiri dibangun setelah jembatan utama ambruk diterjang tanah longsor pada pertengahan Oktober tahun 2008 silam.
Akibatnya, jika hendak ke Kabupaten Pekalongan, kendaraan terutama roda empat harus memutar sejauh sepuluh kilometer, melewati Desa Lawen, Sirongge, dan selanjutnya menuju Kecamatan Kalibening dan Pekalongan.
Camat Pandanarum Irawan Rumekso mengatakan, ambruknya jembatan darurat itu terjadi lantaran kondisi kayu yang sudah lapuk karena tidak bisa menahan beban jalan yang berlebih.
Bahkan pada saat ambruk, sebuah truk bermuatan kayu sedang melintas di atas jembatan darurat tersebut. Namun beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.
"Putusnya jembatan utama sangat menyulitkan warga masyarakat dan juga menghambat roda perekonomian warga di dua kabupaten yang selama ini sangat mengandalkan jembatan tersebut," kata dia.
Pekan Ini
Sebagai penanganan darurat, warga desa sebenarnya sudah memperbaiki seadanya paskajembatan darurat yang ambruk. Namun hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua.
Dan baru diagendakan pada pekan ini, perbaikan jembatan darurat dilakukan semi permanen agar kendaraan roda empat bisa melewatinya. "Perbaikan sementara ini dilakukan dengan bantuan Kesatuan Resort Pemangku Hutan setempat, terutama untuk kayu yang dibutuhkan. Sedangkan warga menyediakan tenaganya," katanya.
Kades Sirongge Abdul Ghufron juga meminta kepada Pemkab Banjarnegara segera memperbaiki kondisi jembatan utama yang ambruk ini. Menurutnya, jembatan yang ambruk sangat diandalkan oleh warga di dua Kabupaten, yakni Banjarnegara dan Pekalongan untuk menjual hasil bumi dan jenis perdagangan yang lainnya.
Sedangkan dalam catatan Suara Merdeka, musibah tanah longsor terjadi dua tahun silam tersebut selain merusak jembatan sungai Gumelar, juga merusak jembatan di Desa Beji.
Tanah longsor juga menerjang lima rumah yang tersebar di beberapa desa. Nilai kerugian akibat tanah longsor pada jembatan saat itu ditaksir Rp 225 juta.(J3-29) (
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad