PURWOKERTO - Meski panen raya sudah dimulai, pengadaan gabah di Bulog Banyumas masih seret. Hingga pekan lalu, gabah yang masuk ke gudang Bulog baru mencapai sekitar 200 ton.
Kepala Bulog Subdivre IV Banyumas Witono, melalui Humas M Priyono, mengatakan pada pengadaan pangan tahun 2010, Bulog Banyumas lebih mengutamakan menerima setoran gabah dari mitra kerja.
''Mitra kerja harus setor gabah lebih dahulu. Kalau prognosa pengadaan gabah bisa terpenuhi baru akan menerima setoran beras. Prognosa awal adalah 40.000 ton gabah kering giling (GKG). Kalau pengadaan gabah sebanyak itu sudah tercapai, baru akan melakukan pengadaan beras,'' jelas dia, kemarin.
Pengadaan gabah lebih diutamakan dengan pertimbangan lebih tahan lama. GKG tersebut baru akan digiling bila stok beras hasil pengadaan 2009 habis. Saat ini stok masih tersisa 32.000 ton. Meski disimpan lama, GKG bila digiling berasnya tetap fresh.
Dia menambahkan, seretnya pengadaan gabah diperkirakan karena di awal panen raya musim rendeng ini mitra kerja kesulitan mendapatkan gabah berkualitas. Gabah di petani cukup melimpah, namun sebagian besar kadar airnya tinggi.
Gabah yang bisa diterima Bulog adalah GKG dengan kadar air maksimal 14 %, kadar hampa/kotoran maksimal 3 persen. HPP untuk GKG di gudang Bulog adalah Rp 3.345/kg.(G23-43) (
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad