PURBALINGGA-Aksi perampokan nekat terjadi di Toko Mas Samiaji Jalan Jenderal Soedirman 47, Sabtu (13/3) pukul 15.30. Kawanan perampok menggasak perhiasan emas yang ada di etalase toko.
Aksi itu terhitung berani, karena saat kejadian jalan protokol masih ramai. Berdasarkan keterangan para saksi mata, pelaku diperkirakan berjumlah 4 orang. Mereka mengendarai dua sepeda motor.
Tiga orang turun dari motor, sedangkan yang seorang tetap di atas motor membawa parang. Salah satu pelaku yang turun kemudian masuk dan mengacungkan pistol ke atas.
’’Dia berteriak, jangan bergerak. Terus pistolnya berbunyi dor. Saya perhatikan pistolnya kecil seperti mainan anak-anak. Saya lalu jongkok dan lari ke belakang bersama pegawai lain. Pelaku lain masuk dan memecahkan kaca etalase dan mengambil perhiasan,’’ kata Tumini, pegawai toko.
Surimah, pegawai lainnya menuturkan, para pelaku yang masuk toko itu memakai helm semua dan berjaket hitam. Sehingga dia tidak tahu wajah aslinya.
Pemilik toko, Sadtama Kundoyo (64) menjelaskan, pada saat itu dia sedang menonton TV di ruangan belakang toko. Dia terkejut ketika tiba-tiba pegawainya berebutan masuk sambil jongkok ketakutan. Dia melihat seorang pelaku menembakkan pistol ke atas.
’’Saya lihat ada pelaku lain yang berada di dalam toko. Mereka memecah etalase toko dan mengambil perhiasan di dalamnya. Setelah itu mereka kabur naik motor. Kejadiannya sangat cepat, tidak sampai 5 menit. Begitu mereka kabur, pintu toko langsung saya tutup semua,’’ katanya.
Kundoyo mengaku belum menghitung kerugian yang dialaminya. Dia juga belum melihat berapa banyak perhiasan yang disikat pelaku. Sebab dia masih shock dengan kejadian itu. Namun dia bersyukur tidak ada pegawai atau keluarganya yang terluka akibat perampokan tersebut.
Menurut keterangan, seminggu yang lalu ada seorang pria berambut cepak yang berniat menjual jam di toko itu. Tiga hari yang lalu, pria itu datang lagi dengan tujuan yang sama. Namun apakah ada keterkaitan antara pria itu dengan pelaku, polisi belum bisa memastikan.
Ditemukan Celurit
Dari olah TKP, polisi menemukan sebuah parang dan sebuah sarung celurit yang tergeletak di lantai. Ada pula ceceran darah yang diduga milik pelaku saat mengambil perhiasan dari kaca etalase yang pecah.
Namun polisi tidak menemukan proyektil ataupun lubang bekas peluru. Anggota Polres dikerahkan turun ke jalan untuk melakukan pencegatan. Polisi juga berjaga-jaga di wilayah perbatasan dengan kabupaten tetangga.
’’Kasus ini dalam penyelidikan kami,’’ kata Kapolres AKBP Ruslan Efendi di sela-sela memeriksa rekaman kamera CCTV di toko. (F10-63)
(
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad