panel header
NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
EKSPRESIKAN SAYANGMU... Ngucapin Valentine dapat hadiah? Yok Ikutan...!! Caranya mudah: (1) Bikin video ucapan kasih sayang durasi 1 menit. (2) Kirimkan ke wall facebook Suara Remaja atau share link Youtube ucapan kamu ke email suararemaja@ymail.com. Dapatkan modem, handphone, goodiebag, dan masih banyak lagi hadiah menarik. Ayo...buruan sekarang juga...!!
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Suara Pantura
12 Maret 2010
Pemkab Tunggu Ayah Musripah
  • Nasib Gadis dalam Pasungan
KAJEN - Terkait dengan penanganan Musripah (25), gadis yang dipasung, warga Dukuh Kwagean, Desa Sidomulyo RT 10/RW 02, Kecamatan Kesesi, Pemkab Pekalongan masih menunggu izin dari ayah si gadis, Ismail (50).

Kepala Dinas Sosial Nakertrans Kabupaten Pekalongan, Moh Zaki SSos, kemarin mengatakan, pihaknya sudah melakukan kunjungan ke rumah warga yang dipasung tersebut.

”Rencananya kita akan fasilitasi untuk dibawa ke rumah sakit jiwa (RSJ - Red). Kami masih menunggu izin dari ayahnya,” tutur Zaki.  

Seperti diberitakan (SM, 5/3), lantaran sering mengamuk, Musripah (25), warga Dukuh Kwagean, Desa Sidomulyo RT 10/RW 02, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, dipasung.

Gadis itu diikat dengan rantai oleh kakek neneknya, Rahmat (70) dan Taumi (65) sejak sebulan lalu.

Musripah diduga mengalami gangguan jiwa, sejak sekitar empat tahun lalu sepulang dari Jakarta. Musripah sering keluar rumah dan bertingkah seperti orang gila. Dia juga sering mengamuk ketika berada di rumah.

Sejumlah tetangga mengetahui Musripah mengalami gangguan jiwa, namun tak pernah mengamuk saat berada di luar rumah.

Ayah Menikah

Musripah dan dua adiknya, Siti Rohayati (18) dan Wiri (9) ditinggalkan oleh almarhumah ibu mereka, Mariyah dan sang ayah Ismail (50) yang menikah lagi dengan perempuan lain.

Beban keluarga itu ditanggung oleh Siti Rohayati yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Taumi hanya bekerja saat musim tanam dan panen sebagai buruh tani.

Sementara Rahmat (70), bekerja sebagai pencari kayu. ”Kami orang tidak mampu. Tidak bisa membawa cucu berobat,” ujar Taumi.
Kades Sidomulyo, Arif Sulistiyo SH sebelumnya sudah membuat laporan pada Camat Kesesi agar kondisi warganya itu segera bisa ditangani.

Karena, menurutnya, jika tidak segera ditindaklanjuti, kejadian yang menimpa Musripah tidak manusiawi. Pihaknya mengusulkan, agar warganya itu bisa mendapat perawatan di rumah sakit jiwa. (H26-15)    
(/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER