panel header
DHUWUR WEKASANE, ENDHEK WIWITANE
Akhirnya Mulia, yang semula sederhana
panel menu
panel news ticker
EKSPRESIKAN SAYANGMU... Ngucapin Valentine dapat hadiah? Yok Ikutan...!! Caranya mudah: (1) Bikin video ucapan kasih sayang durasi 1 menit. (2) Kirimkan ke wall facebook Suara Remaja atau share link Youtube ucapan kamu ke email suararemaja@ymail.com. Dapatkan modem, handphone, goodiebag, dan masih banyak lagi hadiah menarik. Ayo...buruan sekarang juga...!!
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Suara Pantura
11 Maret 2010
Korban Mutilasi Dimakamkan, Istrinya Masih Tertahan di Batam
SLAWI - Jenazah korban mutilasi, Fahmi Iswandi (38) disemayamkan di TPU Sirnaraga, Desa Pagerbarang, Kecamatan Pagerbarang, Rabu (10/3) sekitar pukul 10.00.

Selama proses pemakaman, korban yang tewas dibunuh oleh rekannya, Kaeron alias Harun (27) di Batam, Kepulauan Riau ini tak didampingi istrinya, Rukiah (38).

Istri almarhum yang bekerja di Malaysia  menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) masih berada di Batam. Rencananya, Rabu (10/3) sore ini, baru sampai di rumah duka, Desa Pagerbarang RT 01/ RW 03 Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal.

Sejumlah pejabat Kecamatan Pagerbarang, kerabat maupun warga desa, kemarin  mengiringi pemakaman korban. Usai dishalati di Masjid Jami Baitul Muttaqien,  Desa Pagerbarang yang berlokasi tepat di depan rumah duka, jenazah korban langsung dimakamkan.

Adik korban, Adi Isdiana F (35) berada di barisan terdepan membawa foto kenangan almarhum. Saat diwawancarai wartawan usai prosesi pemakaman, ibu korban, Hj Indrati Juarmi (65) merasa kehilangan anak tercintanya tersebut. Selama ini, Fahmi dikenal sebagai sosok anak yang bertanggung jawab.

Ketika diminta membantu menyelesaikan pekerjaan rumah, korban tak pernah menolaknya. Di lingkungan warga desa setempat, Fahmi juga dikenal supel atau mudah bergaul dengan siapa saja. "Istri anak sayatak bisa mendampingi dalam proses pemakaman ini karena terkendala masalah visa. Rabu (10/3) sekitar jam 08.30, Rukiyah baru keluar dari Batam menuju Jakarta," tandasnya.

Mantan anggota DPRD Kabupaten Tegal Fraksi Partai Golkar yang kini masih aktif menjadi bidan ini berharap, aparat penegak hukum bisa memberikan hukuman kepada pelaku, Harun warga Desa Podosari RT03/ RW I Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal seberat-beratnya. Hal ini supaya pelaku tak kembali melakukan perbuatan sama seperti yang telah dilakukan terhadap anaknya. (J17-61).
(/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER