SLAWI - Jenazah korban mutilasi, Fahmi Iswandi (38) disemayamkan di TPU Sirnaraga, Desa Pagerbarang, Kecamatan Pagerbarang, Rabu (10/3) sekitar pukul 10.00.
Selama proses pemakaman, korban yang tewas dibunuh oleh rekannya, Kaeron alias Harun (27) di Batam, Kepulauan Riau ini tak didampingi istrinya, Rukiah (38).
Istri almarhum yang bekerja di Malaysia menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) masih berada di Batam. Rencananya, Rabu (10/3) sore ini, baru sampai di rumah duka, Desa Pagerbarang RT 01/ RW 03 Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal.
Sejumlah pejabat Kecamatan Pagerbarang, kerabat maupun warga desa, kemarin mengiringi pemakaman korban. Usai dishalati di Masjid Jami Baitul Muttaqien, Desa Pagerbarang yang berlokasi tepat di depan rumah duka, jenazah korban langsung dimakamkan.
Adik korban, Adi Isdiana F (35) berada di barisan terdepan membawa foto kenangan almarhum. Saat diwawancarai wartawan usai prosesi pemakaman, ibu korban, Hj Indrati Juarmi (65) merasa kehilangan anak tercintanya tersebut. Selama ini, Fahmi dikenal sebagai sosok anak yang bertanggung jawab.
Ketika diminta membantu menyelesaikan pekerjaan rumah, korban tak pernah menolaknya. Di lingkungan warga desa setempat, Fahmi juga dikenal supel atau mudah bergaul dengan siapa saja. "Istri anak sayatak bisa mendampingi dalam proses pemakaman ini karena terkendala masalah visa. Rabu (10/3) sekitar jam 08.30, Rukiyah baru keluar dari Batam menuju Jakarta," tandasnya.
Mantan anggota DPRD Kabupaten Tegal Fraksi Partai Golkar yang kini masih aktif menjadi bidan ini berharap, aparat penegak hukum bisa memberikan hukuman kepada pelaku, Harun warga Desa Podosari RT03/ RW I Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal seberat-beratnya. Hal ini supaya pelaku tak kembali melakukan perbuatan sama seperti yang telah dilakukan terhadap anaknya. (J17-61).
(
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad