TEGAL - Para nelayan di wilayah pantura yang beraktivitas di Samudera Hindia diimbau untuk mewaspadai gelombang tinggi. Sebab, dari hasil pantauan Stasiun Meteorologi Tegal tinggi gelombang saat ini mencapai 2-3 meter.
Menurut Petugas Stasiun Meteorologi Tegal, Kaharudin ST, Minggu (7/3), akibat panasnya suhu muka laut di wilayah Indonesia sebelah selatan khatulistiwa. Diperkirakan akan terjadi pola tekanan rendah di Samudera Indonesia sebelah barat daya Banten, Australia bagian selatan dan Sumatera Pasifik sebelah timur Australia.
Selain itu, daerah pertemuan angin diperkirakan akan terjadi di Sumatera bagian selatan dan Jawa bagian barat . Potensi pembentukan awan - awan hujan diperkirakan banyak terjadi di wilayah selatan khatulistiwa Indonesia. Hal itu disebabkan karena sumber uap air banyak terjadi di wilayah tersebut.
Menurut dia, untuk kondisi cuaca di pantura diprakirakan berawan dan berpeluang hujan dengan angin bertiup dari arah barat daya dengan kecepatan 5 - 25 km/jam. Tinggi gelombang di Laut Jawa 0,2 - 0,6 meter dan di Samudera Hindia selatan Jateng tinggi gelombang mencapai 2 - 3 meter.
Meski ada imbauan tersebut, sejumlah nelayan sopek di Kelurahan Muarareja, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal tetap beraktivitas seperti biasanya. Salah seorang nelayan, Darmaja (50) mengatakan, nelayan nekat melaut karena dituntut menghidupi keluarganya. Oleh karena itu, dia dan teman-temannya mulai melaut. "Saat ini, kami hanya melaut mulai pukul 06.00 hingga 10.00. Dalam kondisi normal, kami biasa melaut mulai pukul 05.00 hingga 13.00," katanya.
Dia mengemukakan, meski harus menghadapi risiko besar, hasil melaut yang diperolehnya masih sedikit. (H17-55) (
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad