REMBANG -Sepanjang 22 kilometer ruas jalan pantai utara (pantura) timur Rembang hingga kemarin masih belum memiliki marka jalan. Tak urung, seringkali kendaraan besar ataupun bus ugal-ugalan saat melaju di jalur pantura Rembang yang sudah empat lajur. Kondisi ini jelas sangat rawan dengan kecelakaan.
Kapolres Rembang AKBP Drs Susilo Teguh Rahardjo melalui Kasatlantas AKP Zamroni mengakui, kondisi jalur pantura yang belum bermarka dan rawan kecelakaan.
Dia mengatakan, sudah berkoordinasi dengan Bina Marga dan kontraktor pembuat jalan terkait belum adanya marka ini. ''Kami mendapatkan jawaban, pekerjaan jalan belum rampung seluruhnya. Sehingga pembuatan marka belum bisa dilakukan. Setelah pekerjaan pembuatan jalan rampung, baru akan dilaksanakan pembuatan marka jalan,'' terang dia.
Ditambahkannya, untuk perkara marka pihaknya sendiri mengusulkan agar marka yang berada di tengah dibuat lapis dua. Hal ini dimaksudkan kendaraan tidak boleh menyalip lewat jalur tengah. ''Dengan marka tidak boleh menyalip di jalur tengah itu, kami harapkan potensi kecelakaan di jalur pantura timur Rembang bisa ditekan serendah mungkin,'' kata AKP Zamroni.
Dia menerangkan, saat ini jalur pantura Rembang relatif lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Terlebih lagi, dengan kondisi jalan yang lebih mulus setelah perbaikan. ''Namun, dengan kondisi jalan yang lebih mulus ini memang memicu pengemudi untuk memacu kendarannya dengan kencang,'' tegas dia. (H19-36)
Komisi III Minta Percepatan Normalisasi Sungai JuwanaPATI-Meluapnya Sungai Juwana untuk kali ketiga dalam sebulan terakhir membuat DPRD Pati meningkatkan upayanya mendesak normalisasi. Pihaknya tak hanya menunggu kejelasan proposal yang diajukan ke Pemerintah Pusat, namun akan terus mendesak agar rencana pengerukan sungai terealisasi tahun ini juga.
"Kalau melihat sekarang kondisi masyarakat di sekitar sungai cukup memprihatinkan. Ini tidak boleh didiamkan dan Pemerintah Pusat harus didesak agar segera menyetujui pengajuan normalisasi dan segera direalisasikan," ujar Wakil Ketua DPRD Pati Joni Kurnianto ST MMT, kemarin.
Anggota Fraksi Demokrat yang juga Koordinator Komisi III itu mengaku, intensif berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Pemali Juwana. Informasi terakhir yang diterimanya, Ditjen Sumber Daya Air (SDA) telah menyiapkan anggaran normalisasi. Hanya saja, kata dia, perlu dipastikan kejelasannya. Termasuk persetujuan menteri keuangan dalam hal kontrak multi years tahun anggaran 2010 hingga 2013 dalam pelaksanaan proyek tersebut.
Jumlah anggaran yang diusulkan sesuai desain normalisasi alur mulai dari Jembatan Bulung Cangkring sampai muara Juwana Rp 259.945.000.000. Biaya itu belum termasuk pembangunan floodway, kolam retensi, serta bangunan pelengkap lainnya.(H49-36) (
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad