KUDUS - Ribuan pekerja sektor rokok dari sejumlah perusahaan, pagi hingga siang kemarin menggelar aksi unjuk rasa damai di depan kantor Jamsostek Kudus.
Aksi dilakukan sebagai bentuk protes karena Jamsostek disinyalir memprovokasi pekerja. Hal itu terkait penyelenggaraan jaminan sosial tenaga kerja oleh Pusat Koperasi Karyawan Industri Rokok Kudus (PKKIRK), yang mereka ikuti selama ini.
Selain menggelar orasi, pedemo juga membawa poster berisi kritikan terhadap Jamsostek. Bahkan, sejumlah peserta aksi juga membentangkan spanduk ”penyegelan” di pagar halaman kantor Jamsostek.
Selain di tempat tersebut, massa yang berjumlah sekitar 1.500 pekerja juga mendatangi kantor Dinsosnakertrans dan pendapa kabupaten. Saat menuju lokasi tersebut, peserta aksi berjalan kaki dengan pengawalan ketat puluhan petugas polres.
Di pendapa, perwakilan pekerja diterima Bupati Kudus H Musthofa.
Saat beraudiensi dengan perwakilan Jamsostek Kudus, suasana sedikit memanas. Perwakilan pekerja meminta Jamsostek tidak mengotak-atik persoalan buruh.
”Kami tidak ingin Jamsostek mengotak-atik jaminan sosial tenaga kerja yang dilakukan PKKIRK, karena kami merasa pelayanan yang diberikan sudah cukup baik,” ujar Ketua RTMM Kudus, Andreas Hua.
Di hadapan pimpinan Jamsostek Kudus M Triyono, mereka juga melontarkan pernyataan secara langsung agar institusi tersebut tidak melakukan upaya yang dinilai kelompok tersebut sebagai provokasi.
Salah satunya, yang diduga dilakukan Jamsostek pada November tahun lalu. Saat itu, di Undaan dilakukan pertemuan yang terindikasi menggiring pesertanya untuk dapat mengikuti program Jamsostek.
”Bila hal tersebut tetap dilakukan, kami akan terus melakukan aksi lagi. Jumlah pekerja yang tergabung dalam organisasi kami mencapai 65.000 orang,” tegasnya.
Bantah Provokasi
Menanggapi hal itu, Triyono menyatakan, untuk hal-hal yang menjadi kewenangan pusat, akan disampaikan kepada pusat. Sedangkan hal yang menyangkut Jamsostek di wilayahnya, akan segera ditindaklanjuti. Satu hal yang pasti, kata Triyono, pihaknya tidak memprovokasi pekerja rokok, seperti yang mereka tuduhkan.
”Kami tidak melakukan provokasi. Sekali lagi, apa yang disampaikan (pengunjuk rasa, red) akan kami tindak lanjuti sesuai ketentuan dan kewenangan yang ada,” ungkapnya. (H8-54) (
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad