panel header
DHUWUR WEKASANE, ENDHEK WIWITANE
Akhirnya Mulia, yang semula sederhana
panel menu
panel news ticker
EKSPRESIKAN SAYANGMU... Ngucapin Valentine dapat hadiah? Yok Ikutan...!! Caranya mudah: (1) Bikin video ucapan kasih sayang durasi 1 menit. (2) Kirimkan ke wall facebook Suara Remaja atau share link Youtube ucapan kamu ke email suararemaja@ymail.com. Dapatkan modem, handphone, goodiebag, dan masih banyak lagi hadiah menarik. Ayo...buruan sekarang juga...!!
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Kampus
27 Februari 2010
DEBAT : Penggabungan UN - SNMPTN
Copy Paste Kelemahan NEM
  • Rahastomo Ciptadi N : Mahasiswa Lembaga Pendidikan Profesi (LPP) Graha Wisata Semarang
PENDIDIKAN adalah sistem yang tidak lepas dari proses. Proses artinya di dunia pendidikan tidak ada yang ditempuh serbacepat, instan, dan sekali jadi. Semua ada tahapannya, sehingga hasil akhirnya adalah akumulasi dari berbagai tahapan yang ditempuh dengan segenap perjuangan. Tidak heran apabila pakar pendidikan Paulo Freire menyebut pendidikan sebagai proses.

Begitu juga dengan rencana integrasi antara ujian nasional dan seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri. Pada hakikatnya, rencana penggabungan ini sama halnya dengan mereduksi pendidikan dari proses yang menyatu di dirinya. Pempretelan ini tentu saja berdampak pada out put pendidikan, yakni terdegradasinya mutu pendidikan di Tanah Air.

Beberapa sebab bisa dibeberkan. Pertama, masih banyak kelemahan menggelayut pada pelaksanaan UN, di mana banyak sekali kecurangan yang sampai detik ini tidak (bukan belum) tertangani dengan baik. Sebab, kecurangan itu menguap bak angin sehingga terulang di tahun-tahun berikutnya.

Kedua, penggabungan itu seperti meng-copy paste program NEM (Nilai Ebtanas Murni) yang banyak sekali dikritik masyarakat. Pemakaian NEM untuk masuk sekolah menengah banyak sekali diragukan kredibilitasnya, mengingat sulit untuk menerima keabsahan NEM di tengah moralitas orang-orang di dunia pendidikan yang masih memprihatinkan.

Moralitas rendah itu tampak pada manipulasi nilai yang ada pada NEM, sehingga yang tertera di dalamnya adalah nilai bagus, tinggi, dan membanggakan. Padahal, semua itu didapat dari hasil akal-akalan. Kedua, penggunaan NEM sebagai satu-satunya patokan sangat merugikan siswa yang kebetulan saat ujian sedang sakit, sehingga ketika mengerjakan ujian tidak prima. Bisa jadi siswa tersebut adalah siswa pandai.

Karena itu, rencana integrasi UN-SNMPTN menurut saya hanya menggunakan model copy paste sistem NEM yang banyak sekali kelemahannya. Jika kini sekolah menengah berencana mengubah sistem NEM sebagai patokan melanjutkan jenjang pendidikan lebih tinggi, haruskah perguruan tinggi justru mengadopsinya sebagai pintu masuk untuk kuliah di PTN? (37) (/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER