panel header
NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
Dalam rangka HUT Ke-62 Suara Merdeka, Lenssociety akan menggelar SUARA MERDEKA PHOTO RALLY, Minggu (12/2). Disediakan hadiah uang tunai Rp 12 juta, doorprize kamera DSLR Nikon dan Canon, Blackberry, handphone, televisi, voucher hotel, dan lain-lain. Kontribusi Rp 50.000/peserta, mendapatkan kaus dan makan siang. Pendaftaran di kantor SM, Gedung Unaki Jalan Pemuda 95-97 Semarang, Wahyudi (081326700700), Tom (08122575555), dan Star Flash Jalan Thamrin No 65 Semarang telepon 08156561800.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Suara Pantura
04 Januari 2010
Gus Dur Sempatkan Tandatangani Prasasti Masjid Syuhada
  • Minta Didoakan Habib Luthfiy
PEKALONGAN - Sebelum wafat di penghujung akhir tahun 2009, mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid menyempatkan menandatangani prasasti Masjid Asy Syuhada, Kota Pekalongan.

Menurut Sekretaris Yayasan Syuhada, Ahmad Slamet Irfan SH, prasasti tersebut sebenarnya sudah pernah ditandatangani Gus Dur tahun 2000, usai masjid diresmikan oleh Menko Polkam atau Mendagri saat itu, Soerjadi Soedirja. Namun, tak lama kemudian pecah.

Karena itu, kemudian Ketua Umum Yayasan Syuhada Habib M Luthfiy Ali Yahya dan Wali Kota HM Basyir Ahmad, mengambil inisiatif untuk meminta kembali tanda tangan dari Gus Dur dan membawa prasasti ke kediaman guru bangsa itu di Ciganjur.

’’Kami ke kediaman Gus Dur selain minta tanda tangan juga mengharapkan beliau untuk memberikan ceramah di Masjid Asy Syuhada, dalam acara peringatan hari besar Islam 1431 Hijriyah,’’ katanya.

Pada saat datang ke kediaman Gus Dur 13 Desember 2009, pengurus yayasan diterima malam hari, kemudian dijanjikan untuk kembali lagi usai shalat subuh dan prasasti akan ditandatangani.

Malam Hari

’’Waktu itu saya dan pengurus sampai di kediaman Gus Dur malam hari, kemudian dijanjikan subuh prasasti akan ditandatangani. Ternyata usai shalat subuh, Gus Dur menepati janji dan menandatangani prasasti yang kami bawa,’’ tandas Slamet.

Pada kesempatan itu, Gus Dur menyampaikan permohonan maaf tidak bisa datang ke Pekalongan, karena tidak diperbolehkan dokter ke luar kota. Kemudian berpesan untuk disampaikan kepada Habib Luthfiy agar mendoakannya.

’’Jadi salah satu pesan yang disampaikan adalah meminta, agar Habib Luthfiy bisa mendoakannya. Itu pesannya kepada kami, dan mungkin prasasti Masjid Syuhada merupakan prasasti terakhir yang ditandatangani Gus Dur, di hari-hari terakhir,’’ jelas dia. (H52-15) (/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER