KULONPROGO - Akibat hujan deras dalam beberapa hari di Kulonprogo dan sekitarnya, talut di penampungan air Hargorejo, Kokap, sepanjang 50 meter ambrol.
Warga khawatir musibah itu akan memicu longsor dan mengancam perumahan warga.
Daerah tersebut memang rawan longsor. Hujan terus-menurus dalam waktu lama dapat menggerus lahan miring dan berbukit tersebut. Akibatnya, perlahan-lahan tanah terseret air dan longsor apabila tak kuat menahan air.
‘’Terus terang warga khawatir lokasi yang lain longsor,’’ ungkap Ismiyati, warga kemarin.
Dia menceritakan talut ambrol di lokasi penampungan air terjadi dini hari. Tak ada yang tahu karena hujan lebat sehingga tidak ada yang berani keluar rumah.
Namun warga mendengar ada suara gemuruh seperti gempa. Keesokan hari mereka mendapati talut sudah ambrol.
Talut Retak
Warga kemudian melaporkan kejadian itu ke perangkat desa, begitu pula ancaman longsor susulan di tempat yang sama atau lainnya saat hujan. Mereka khawatir longsor susulan karena bagian talut yang tidak ambrol terlihat retak.
‘’Penampungan air tak mampu menahan air hujan, bagaimana nanti seandainya sudah terisi penuh apa tidak rawan jebol?’’ tanya Kadarisman, tokoh masyarakat yang bersama warga melaporkan kejadian ke perangkat desa.
Menanggapi kejadian tersebut dan keluhan warga, Camat Kokap, Santosa mengatakan telah melakukan pengecekan ke lokasi ambrolnya talud.
Dia juga sudah meneruskan laporan warga ke Pemerintah Kabupaten Kulonprogo. Harapannya, instansi terkait segera melakukan perbaikan agar tak terjadi bencana lebih besar. (D19-72)
(
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad