YOGYAKARTA - Untuk menjaga etika dalam masyarakat, Sri Sultan Hamengku Buwono X melarang keluarga ataupun anaknya maju dalam pemilihan bupati dan wali kota.
”Tidak ada keluarga saya yang maju baik sebagai calon wali kota maupun bupati,” tegasnya di Kepatihan, kompleks Pemprov DIY, Selasa (24/11).
Pernyataan itu muncul sebab beberapa hari terakhir ini ada wacana putri pertama HB X, GKR Pembayun, dicalonkan salah satu partai sebagai kandidat Bupati Sleman atau Bantul.
Sementara itu, GBPH Joyokusumo (adik Sri Sultan HB X dan mantan anggota DPR) juga dicalonkan salah satu parpol menjadi cabup Bantul atau Kulonprogo.
Bahkan beberapa hari sebelumnya juga pernah muncul nama GKR Hemas yang dicalonkan sebagai Bupati Bantul. Namun, dengan tegas permaisuri Sri Sultan Hamengku Buwono X tersebut menolak.
Kepentingan Parpol
Menurut Sultan, mereka yang mencalonkan putri ataupun kerabat keraton lainnya hanya untuk kepentingan partai politik saja.
”Itu kan hanya kepentingan parpol. Saya tidak akan pernah mengizinkan anak-anak saya menjadi calon bupati ataupun wali kota. Memang sebagai warga negara punya hak untuk mencalonkan diri. Akan tetapi, saya berpendapat kalau anak-anak saya menjadi bupati atau wali kota tidak pantas,” tandasnya.
Dia menjelaskan, partai politik seharusnya juga tahu tentang aspek kepantasan.
Ketika Sultan sudah tidak lagi menjadi Gubernur, apakah akan mengizinkan anak atau keluarganya menjadi bupati dan wali kota? Dengan nada bijak dia justru mengemukakan, sebaiknya bicara soal kepatutan saja.
Ketika didesak pertanyaan seandainya ada anak ataupun keluarganya nekat mencalonkan diri, dengan tegas HB X menegaskan tidak akan merestuinya.
Apabila hal itu ada, maka dia akan menyerukan agar rakyat tidak memilih keluarganya.
”Saya akan berkampanye untuk meminta warga tidak memilih mereka,” tuturnya. (sgt-70) (
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad