BANYUMAS -Jalan yang menghubungkan Desa Sanggreman Kecamatan Rawalo dengan Desa Margasana Kecamatan Jatilawang amblas hingga kedalaman kurang lebih setengah meter. Kondisi ini diduga karena talud yang terkena erosi air sungai dan air pembuangan dari saluran irigasi.
Lokasi tepat berada di samping jembatan Kali Cibalung. Amblas terjadi pada hari Jumat malam (30/10), sekitar pukul 20.00.
Menurut seorang warga Yono, saat itu tidak ada hujan atau air sungai yang membesar sampai menghantam talud jalan. ”Saya ingat, sekitar pukul 19.00 saya lewat masih biasa saja. Begitu pulang sekitar pukul 20.30 jalan sudah amblas,” katanya.
Menurut dia, amblasnya jalan, karena talud jalan terus menerus terkena air. Talud memang terlihat utuh dari luar, tetapi di bagian dalam tanahnya selalu berkurang.
”Pondasi penahan air yang sebenarnya ada sudah rusak sudah lumayan lama,” lanjutnya.
Pada jarak kurang lebih 500 meter dari lokasi terpasang peringatan jembatan rusak. Saat ini memang dibuka setengah jalan dan yang amblas diberi batas menggunakan drum dan ranting pohon. ”Mobil masih bisa lewat, asalkan bukan mobil yang membawa muatan banyak.”
Jembatan tersebut, menurut Kadus II, Isro dibangun sekitar empat tahun lalu.
Tadinya, jembatan tersebut berada di sebelah timur jembatan sekarang. Tetapi karena ditinggikan, jembatan sekaligus jalan sedikit digeser. ”Pondasi jembatan yang lama juga masih ada sekarang,” ujarnya.
Jalan yang amblas dengan lebar kurang lebih 3x7 meter itu merupakan jalan baru yang dibuat bertepatan dengan pembangunan jembatan.
Jembatan sebelumnya dinaikkan akibat mudahnya air sungai masuk ke jalan saat musim penghujan.
Saat ini, air sungai memang sudah tak lagi menggenangi jalan. Tetapi kikisan air di bawah pondasi ternyata mampu menghancurkan talud sedikit demi sedikit.
”Sebenarnya dari dulu juga sudah kami laporkan kalau kikisan air walaupun kecil membuat bagian dalam talud ambrol. Tetapi belum ada tindak lanjut hingga kini akhirnya jalan menjadi amblas,” lanjutnya.
Menurut Isro, pemdes sudah melaporkan amblasnya jalan ke kecamatan maupun ke Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (SDA BM). Dari dinas sendiri keesokan hari setelah amblas langsung meninjau lokasi. ”Langsung ditinjau, tetapi kami belum tahu kapan akan diperbaiki,” kata Isro.
Isro menambahkan, saat ini beberapa warga ada yang berinisiatif menjaga lokasi pada malam hari. Soalnya, lokasi berada jauh dari pemukiman warga, sehingga kondisi jalan yang gelap dapat menyebabkan kerawanan. (bu-33) (
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad