panel header
NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
Dalam rangka HUT Ke-62 Suara Merdeka, Lenssociety akan menggelar SUARA MERDEKA PHOTO RALLY, Minggu (12/2). Disediakan hadiah uang tunai Rp 12 juta, doorprize kamera DSLR Nikon dan Canon, Blackberry, handphone, televisi, voucher hotel, dan lain-lain. Kontribusi Rp 50.000/peserta, mendapatkan kaus dan makan siang. Pendaftaran di kantor SM, Gedung Unaki Jalan Pemuda 95-97 Semarang, Wahyudi (081326700700), Tom (08122575555), dan Star Flash Jalan Thamrin No 65 Semarang telepon 08156561800.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Suara Banyumas
28 Oktober 2009
Klapagada Terendam Banjir Semeter
CILACAP-Hujan deras selama tiga jam yang mengguyur wilayah Cilacap pada Selasa pagi menyebabkan dua desa di Kecamatan Maos yakni Desa Klapagada dan Karangreja terendam banjir setinggi satu meter.

Warga RT 2 RW 4 Karangreja, Kecamatan Maos, Basiyah, Selasa (27/10) mengatakan, air mulai menggenangi rumah warga sejak pukul 00.00. Awalnya hanya setinggi mata kaki dan pada pukul 02.00 ketinggian air telah mencapai 60 sentimeter.

Dia mengaku, tidak bisa tidur semalaman karena khawatir air bertambah tinggi. Selain itu, perabotan rumah seperi kasur maupun kursi juga sudah terendam air.

"Bagian belakang rumah saya sudah seperti sawah karena terisi lumpur. Saat ini belum ada warga yang sakit, tapi cucu saya bernama Citra dan baru berumur 2,2 tahun muntah-muntah terus semalam," ungkapnya.

Warga lain, Fatonah mengungkapkan, jika hujan lebat biasanya hanya akan menggenang di pelataran dan tidak masuk rumah. Air juga akan kering dengan cepat.

Dia mengaku, tidak berniat mengungsi ke tempat lain yang lebih aman karena merasa air akan segera surut. Fatonah hanya ingin pemerintah memberikan solusi agar banjir tidak berulang lagi.

Anggota Satuan Polisi Pamong Praja yang bertugas di Kantor kecamatan Maos, Pujiono mengatakan, banjir dikarenakan air kiriman dari wilayah di sekitar Karangreja dan Klapagada bukan karena luapan Sungai Serayu.

Lebih Rendah

Pujiono menjelaskan, ada 300 KK di Klapagada dan 27 rumah di Karangreja yang terendam banjir. Dua desa tersebut posisinya lebih rendah dibandingkan wilayah lain.

Kepala Desa Klapagada, Zaenal Riva'i mengatakan, banjir yang melanda wilayahnya disebabkan Sungai Doplang sudah tidak mampu mengalirkan volume air yang berlebih sehingga berbalik ke Klapagada.

Dia menceritakan, ketinggian air sempat mencapai 1,5 meter. Pendangkalan drainase dan Kali Cangkringan menurutnya juga menjadi penyebab banjir.

"Selain rumah warga 10 hektare lahan pertanian juga terendam banjir dan merugikan petani karena saat ini sudah memasuki masa menyemai bibit padi," ungkapnya.
 
Untuk mengurangi penderitaan warganya, Zaenal berinisiatif membagikan nasi bungkus bagi 550 warga Klapagada dan membangun dapur umum. (na-55) (/)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER