KEBUMEN - Gara-gara tabung gas meledak, dua rumah di Dusun Karangpokeng, Desa Sarwogadung RT 5/RW 2, Kecamatan Mirit, Kebumen ludes terbakar, Senin (14/9).
Rumah yang rata dengan tanah akibat dilalap si jago merah itu itu milik Tuminah (60) dan Slamet (50). Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Tuminah yang ditemui usai kejadian mengatakan, sekitar pukul 16.45 dia mendengar ledakan di rumah sebelahnya. Rumah tersebut milik Slamet.
Penghuni rumah yang menjadikan rumah tersebut sebagai warung bakso itu sedang pergi. Hal itu terlihat dari pintu rumah berukuran 4 meter x 5 meter itu dikunci dari luar. Slamet pada saat itu berada di rumah satunya, Dusun Pengampon, Desa Sarwogadung.
“Saya mendengar bunyi ledakan thor, thor! Selanjut saya keluar rumah dan melihat api membubung tinggi,” kisah Tuminah.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut berteriak-teriak. Sebagian juga ada yang melakukan titir (menabuh kentongan petanda kebakaran-red). Tuminah tidak sempat membawa barang-barang berharga.
“Semuanya habis terbakar. Hanya baju yang melekat di badan saya saja yang masih utuh. Yang lainnya hangus,” kata Tuminah yang kini tinggal di gardu ronda.
Datangi Lokasi
Camat Mirit Irfani SSos dan Kapolsek Mirit, AKP Mun Sudaryanto mendatangi lokasi kejadian. Sejumlah petugas dari Polsek Mirit melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengetahui penyebab kebakaran. Mereka juga meminta keterangan saksi-saksi.
Pemadam kebakaran juga menuju ke lokasi kebakaran. Namun mobilnya tidak bisa lewat dari arah utara karena ada jembatan rel kereta api.
Mobil yang menuju ke lokasi kebakaran terpaksa keliling lewat Ambal. Sampai di tempat kejadian kondisi dua rumah yang terbakar itu sudah rata dengan tanah.
Bangunan rumah yang terbuat dari papan itu memudahkan api cepat menjalar ke seisi rumah.
Selain perabotan rumah dari mulai tempat tidur, meja, kursi serta lainnya ikut terbakar.
Kapolres Kebumen AKBP Drs Ahmad Haydar MM melalui Kapolsek Mirit, AKP Mun Sudaryanto mengemukakan penyebab kebakaran berasal dari tabung gas elpiji.
Sang pemiliknya yang biasa menggunakan tabung elpiji seberat 3 kilogram untuk memasak bakso itu tidak berada di rumah.
“Dugaan sementara, penyebab kebakaran adalah meledaknya tabung gas elpiji,” kata Kapolsek.
Ia menghimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai kebakaran. Antara lain memastikan kompor sudah dalam keadaan mati saat meninggalkan rumah. Disamping itu juga perlu mengunci rumah serta tidak meninggalkan rumah dalam kondisi kosong. (K5-50) (
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad