YOGYAKARTA - Umat Kristen Saksi-saksi Yehuwa Indonesia (SSYI) Jateng dan DIY akan menyelenggarakan Kebaktian Distrik 2009, Jumat 26-Minggu 28 Juni di Yogyakarta.
Siaran pers yang dikeluarkan Kantor Cabang SSYI di Jakarta kemarin mengemukakan, kebaktian distrik di Auditorium UPN itu mengambil tema ”Tetaplah Berjaga-jaga”.
”SSYI sedang mengadakan kampanye besar-besaran untuk mengundang semua orang guna mendengarkan pembahasan-pembahasan menarik tentang uraian Alkitab mengenai akhir dunia. Saksi-saksi yakin masyarakat tertarik dan bahkan tergugah pada Kebaktian tersebut,” kata siaran tersebut.
Saksi-saksi mengantisipasi hadirin kebaktian yang banyak. Mereka siap menyambut banyak orang non-Saksi ke kebaktian. Mereka pun yakin semua yang hadir akan memperoleh manfaat dari informasi praktis dan tepat waktu yang disajikan. Di seluruh Indonesia, akan diselenggarakan 27 kebaktian di 27 kota. Di seluruh dunia, ada lebih dari 7.100.000 Saksi di lebih dari 103.000 sidang jemaat. (A18-72)
Pendidikan Gender sejak TKYOGYAKARTA - Pendidikan merupakan salah satu pintuk masuk yang sangat strategis dalam usaha mewujudkan keadilan gender. Dari jalur itulah wacana tentang gender dapat ditanamkan dengan menerapkan kurikulum pendidikan berprespektif gender. Pengembangan kurikulum berbasis gender hendaknya ditanamkan sejak dini, tidak hanya diberikan di perguruan tinggi saja, tetapi sejak tingkatan paling bawah yakni taman kanak-kanak (TK).
”Penerapan kurikulum jangan hanya sebatas pemberian mata pelajaran tentang gender. Namun menjadikan pemahaman gender menjadi nilai utama dalam bersikap dan berperilaku,” kata Prof Dr Muhadjir Darwin MPA Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM, di Pusat Studi Wanita (PSW) UGM.
Dikatakan, untuk mewujudkan perguruan tinggi berbasis gender, harus ada pengembangan silabus kuliah berprespektif gender. Dalam workshop ”Pemetaan dan Penguatan Kurikulum Gender di Perguruan Tinggi” itu, tantangan terberat dalam menerapkan kurikulum berbasis gender, tambahnya, adalah memetakan stakeholder di universitas. Karena itu, untuk mencapai keberhasilan gender mainstreaming, upaya yang dapat dilakukan adalah menembak sasaran melalui pucuk pimpinan seperti rektor dan dekan. (P12-72)
(
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad