SEMARANG - Dalam rangka pengembangan masjid kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Purwokerto, kemarin para dosen dan mahasiswa melakukan studi banding ke Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Jalan Gajahraya Semarang.
Rombongan dipimpin Pembantu Ketua STAIN Dr H Muhammad Roqib MA diterima Sekretaris Badan Pengelola MAJT Agus Fathuddin Yusuf dan Kepala TU Fatquri Busyeri.
Menurut Roqib, selain bersilaturahim mereka berharap bisa menyerap konsep manajemen masjid yang mandiri, terutama berkaitan dengan penggalian dana untuk operasional. ’’Umumnya pengelolaan masjid tertatih-tatih dalam pendanaan. Akibatnya, setiap mau mengadakan kegiatan terbentur biaya. Kami perlu belajar ke MAJT yang sudah mandiri dalam masalah biaya,’’ katanya.
Sekretaris BP MAJT Agus Fathuddin Yusuf menjelaskan, sejak 2007 Pemprov tidak lagi membantu biaya operasional masjid. ’’Alhamdulillah, begitu kami disapih dalam hal dana, tidak ada masalah karena unit usaha yang ada di lingkungan MAJT sudah bisa menghasilkan,’’ katanya.
Unit-unit usaha itu antara lain gedung pertemuan convention hall, menara Al-Husna, Hotel Graha Agung, toko suvenir, pertokoan dan perkantoran, dan parkir, selain didukung penghasilan kotak amal dan infaq dari umat Islam.
’’Unit usaha bisnis area tersebut dikelola oleh pihak ketiga mitra bisnis kami. Jadi, kami tahunya bersih. Bayar listrik, gaji pegawai, perbaikan, dan lain-lain kami tahunya beres,’’ jelas Agus.
Dr Roqib melihat langsung kemegahan enam payung elektrik di plaza MAJT, museum sejarah Islam di menara Al-Husna, studio Radio DAIS 107,9 FM, dan teropong rukyatul hilal di lantai 19 menara tersebut. (E1-37) (
/)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad