panel header


GUPAK PULUT ORA MANGAN NANGKANE
Capek Bekerja Tidak Dapat Hasilnya
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Pendidikan
30 Oktober 2008
Pendidikan Profesi Seharusnya Setara S2
SEMARANG - Selama ini sertifikasi bagi guru melalui dua cara, yakni jalur dalam jabatan dan jalur pendidikan profesi. Sertifikasi jalur dalam jabatan sudah berlangsung sejak 2006, sedangkan sertifikasi jalur pendidikan profesi baru akan dilaksanakan tahun 2008. Tahun ini, pemerintah menyelenggarakan pendidikan profesi untuk 40.000 orang.

Melalui jalur pendidikan profesi, guru akan menempuh pendidikan di perguruan tinggi selama setahun. Secara teoretis, guru yang lulus sertifikasi melalui jalur pendidikan profesi seharusnya lebih baik karena ada proses pendidikan untuk menjadi guru profesional seperti yang diamanatkan dalam UU Guru dan Dosen.
Yang perlu pengawalan bersama, apakah proses pendidikan di perguruan tinggi penyelenggara pendidikan profesi betul-betul menghasilkan guru profesional? Jangan sampai hanya mengejar target kuantitas. ’’Yang tak kalah pentingnya, menghasilkan pendidikan profesi yang profesional dan menarik untuk diikuti guru. Maka seharusnya pendidikan tersebut dinilai setara dengan S2,’’ ungkap Direktur Centre for Education Studies (CES) Jateng Hery Nugroho.

Masa Studi Sama

Belajar dari beberapa pendidikan profesi lain, misalnya notariat, sambung dia, kalau dahulu hanya pendidikan profesi biasa, sekarang dinilai setara dengan S2 dan mendapatkan gelar MKn. ’’Begitu juga dengan dokter spesialis yang dihitung sama dengan S2. Dari sini, CES mengusulkan pendidikan profesi setara dengan S2 dan diberi gelar. Bisa saja mereka diberi gelar Magister Pendidik Profesional (MPP) atau gelar yang lain, karena masa studinya sama dengan S2.

Selain itu, perguruan tinggi penyelenggara juga diharapkan tidak hanya mengejar target pemerintah bahwa tahun 2015 semua guru harus lulus sertifikasi. ’’Kalau yang terjadi demikian, ada kekhawatiran menelurkan produk asal lulus. Perguruan tinggi harus mempunyai kriteria dan batasan kelulusan.’’
Kalau tidak memenuhi kriteria, tegas dia, maka harus berani tidak meluluskan. Dengan demikian, kualitas lulusan pendidikan profesi bisa dijaga.

Dikatakannya, sampai saat ini masih banyak guru yang belum tahu informasi tentang pendidikan profesi itu. Ia meminta pemerintah segera menyosialisasikan pelaksanaan pendidikan profesi tersebut. Pasalnya, tegs Hery, peserta pendidikan profesi terbatas, maka perekrutannya harus fair dan terbuka, termasuk pengumuman hasil kelulusannya. Selain itu, penyebaran guru mata pelajaran peserta pendidikan profesi juga harus merata. (H11-71)

Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER