panel header


OJO ADIGANG, ADIGUNG, ADIGUNA
Jangan Sok Kuasa, Sok Besar, Sok Sakti
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Berita Utama
09 Agustus 2008
Warga Tolak Pemakaman Rio
  • Keluarga Datang Terlambat
image
PURWOKERTO- Rencana awal pemakaman terpidana mati Rio Alex Bulo (30) di pekuburan Kelurahan Berkoh, Kecamatan Purwokerto Selatan, Banyumas, dekat RS Margono Soekardjo batal. Warga setempat menolak rencana itu.

Penolakan itu menyusul eksekusi mati Rio Alex Bulo oleh regu tembak Brimob di Cipendok, Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, Jumat (8/8) pukul 24.00. Dokter Herumono menyatakan Rio meninggal setelah tiga peluru menembus jantungnya. Semula, Si Martil Maut itu akan dimakamkan di pemakaman Grumbul Kalibakal RT 2/RW 4 Berkoh. Tanda-tanda aktivitas penggalian kubur dimulai Kamis (7/8), pukul 21.00 dan selesai menjelang pukul 00.00 (Jumat 8/8).

Namun hingga penggalian selesai janazah Rio belum datang. Informasi penggalian makam itu pun keburu diketahui warga sekitar. Puluhan warga lalu beramai-ramai mendatangi lokasi makam, melakukan penolakan. Sekitar pukul 02.00 warga menutup kembali makam yang telanjur digali.

Ketua RT 2/RW 4 Grumbul Kalibakal, Rosid Hadi Sumarto (56) mengungkapkan, sebenarnya sejak awal dirinya sudah tahu kalau di lokasi makam tersebut akan ada penguburan jenazah. Namun informasi yang disampaikan pihak kelurahan dan aparat, katanya itu untuk makam orang yang tak berindentas yang meninggal di RS Margono.
”Awalnya lokasi pemakaman katanya di Grumbul Karangbenda. Namun juga ditolak warga sehingga pindah ke sini. Namun warga kami menolak,” katanya.

Alasan penolakan itu karena warga ketakutan. Rio dianggap orang mesterius dan banyak melakukan kejahatan. Warga tidak ingin tempat ikut menjadi perbincangan masyarakat nantinya. ”Saya mendukung penolakan warga karena memang sebelumnya tidak melapor dulu ke sini (RT). Itu langsung diurusi pak Kayim dan kelurahan,” terangnya.

Staf Kelurahan Berkoh, Ngatik mengatakan biaya penggalian kubur sekitar Rp 200.000 dibayar Bagian Hukum Pemkab. Biaya itu untuk lima penggali kubur, pembawa lampu, juru kunci gudang, rohaniawan, dan tokoh agama. ”Mungkin mereka menolak karena secara psikologis Rio adalah penjahat. Mereka tidak ingin orang jahat dimakamkan di situ, sehingga menjadi terkenal,”ujar KH Chariri Shofa MAg, Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Purwokerto.

Dari sisi agama sebenarnya tidak ada masalah seorang penjahat dimakamkan di mana pun. Bahkan orang nonmuslim bisa dimakamkan di tempat itu.

Kapolres Banyumas, AKBP Hari Prasodjo membantah terjadinya penolakan pemakaman Rio di Kelurahan Berkoh. ”Pemakaman terpidana mati itu yang menentukan pihak RSUD Margono Soekarjo,” katanya usai pemakaman Rio di Dea Kejawar kemarin.

Bukit Sipoh

Pemakaman umum Bukit Sipoh, Desa Kejawar Kecamatan Banyumas, lokasinya terpencil, 23 kilometer arah tenggara Purwokerto. Tepatnya di perbukitan antara kota lama Banyumas dan perempatan Buntu. Untuk mencapai lokasi ini, harus jalan kaki dengan kondisi jalan yang naik tajam.

Tak ada tabur bunga dan batu nisan yang bertuliskan namanya. Hanya dua potong bambu yang menandai makamnya, diapit sepasang pohon kamboja yang tidak berbunga. Sekeliling makam banyak ditumbuhi rumput ilalang yang mengering karena musim kemarau.

Hanya sekitar 50 orang menyaksikan pemakaman tersebut. sebagian besar petugas kepolisian Polres Banyumas, aparat kejaksaan, RSU Purwokerto yang merawat sejak 6 jam terakhir dan sejumlah wartawan. Masyarakat setempat tidak tahu siapa yang dimakamkan dengan penjagaan ekstraketat aparat itu. 

Kapolres Banyumas AKBP Hari Prasodjo yang berpakaian sipil mempimpin upacara itu. Sedangkan tata cara pemakaman secara Islam dipimpin Kayim Desa Kejawar, Abu Bakar. Karena mendadak, kayim memimpin doa masih memakai helm di kepalanya.
Dia mengaku diberitahu pihak Rumah Sakit Purwokerto untuk mengubur seseorang pada  jam 2 dinihari. ”Jam lima saya membangunkan penggali kubur dapat tiga orang,” katanya.

Penggali kubur, Hartono dan dua temannya mulai pekerjaan penggalian pada pukul 06.30 dan selesai pukul 08.00. Pada saat yang sama, iring-iringan kendaraan yang membawa jenazah Rio bergerak meninggalkan kamar jenazah RSUD Margono Soekarjo.

Keluarga Terlambat

Upacara pemakaman yang dimulai sekitar pukul 09.00, berlangsung singkat, kurang dari 30 menit. Ketika sedang pembacaan doa, Tuti Alawiyah istri Rio datang bersama tiga anaknya didampingi pengacara Pranoto, SH.

Tuti yang berpakaian serba hitam berdoa di depan makam suaminya selama lima menit. Wanita ini kemudian menangis tersedu sambil memeluk wartawati TV swasta Jakarta yang selama ini ikut mendampingi. Tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya, ketika wartawan mencoba menanyakan perasaannya menyaksikan pemakaman suaminya.

Menurut Pranoto ada sedikit kesalahan komunikasi sehingga keluarga datang terlambat di tempat pemakaman. ”Kita sebenarnya sudah diberitahu sejak pagi tadi,” ujar dosen FH Unsoed itu singkat.

Pihak keluarga juga tidak keberatan, meski Rio dimakamkan di tempat yang terpencil itu. Kapolres Hari Prasodjo mengatakan lokasi pemakaman tak perlu dipersoalkan. Yang memilih lokasi dan menyiapkan pemakaman adalah pihak Rumah Sakit.
”Ini satu paket dengan penanganan jenazah sejak diserahkan pihak eksekutor pada rumah sakit,” katanya seusai pemakaman.(G23,G22,in,P16,H47-77)

Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER