panel header


BECIK KETITIK ALA KETARA
Berbuat Baik Atau Buruk Akhirnya Terlihat Juga
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Semarang Metro
01 Agustus 2008
Mata Air di Kabupaten Semarang, Warga Salatiga yang Menikmati
MATA air Senjoyo yang berada di Desa Tegalwaton, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, sangat penting bagi Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang. Yakni, untuk sumber air minum dan irigasi.

Meski secara administrasi berada di Kabupaten Semarang, dari sumber air inilah kebutuhan sebagian besar warga untuk PDAM Kota Salatiga diperoleh, juga untuk pengairan sawah di Kelurahan Tingkir Lor, Tingkir Tengah, dan Kalibening, Kecamatan Tingkir. Sedangkan untuk Kabupaten Semarang, selain untuk PDAM, digunakan pula untuk irigasi di tiga kecamatan, yakni Tengaran, Suruh, dan Susukan.

Selain dua perusahaan pengelola air minum tersebut, dari data di Ranting Pengairan Tengaran DPU Kabupaten Semarang, ada pula PT Daya Manunggal Tekstil (Damatex) Salatiga dan Yonif 411 Kostrad Salatiga yang kebutuhan air bersih, dipasok dari sumber mata air tersebut. ”Hal itu sudah berlangsung sejak dulu,” kata Jarwo, staf di Ranting Pengairan Tengaran DPU Kabupaten Semarang, kemarin.

Debit air Senjoyo berdasarkan pengalaman, biasanya mengalami puncak penurunan sekitar Juli hingga September, di mana musim kemarau biasanya berlangsung antara lima hingga enam bulan.

Dalwandi menjelaskan, ada tiga bendung yang berfungsi untuk pengairan yang airnya berasal dari sumber Senjoyo, yakni Bendung Senjoyo, Bendung Isep-Isep, dan Bendung Watukodok.

Bendung Senjoyo digunakan untuk irigasi sekitar 2.094 hektare sawah di tiga kecamatan, yakni Tengaran, Suruh, dan Susukan di Kabupaten Semarang. Sedangkan Bendung Watukodok mengairi 32 hektare sawah di Desa Tegalwaton, serta Isep-isep mengairi  sekitar 53 hektare sawah di Desa Bener, Tengaran, dan Tingkir Tengah, Kota Salatiga.  

Dicuri

Selain masalah penurunan debit, satu hal yang menjadi persoalan adalah banyaknya pintu air yang hilang karena dicuri orang. Padahal, pintu air itu sangat penting untuk mendistribusikan air ke sawah-sawah. Pintu air di Aji Awur Bendung Senjoyo pun tak luput dari aksi pencurian. ”Tanpa adanya pintu air, kami sulit untuk mengoperasikan secara optimal,” ujarnya.

Salah satu pencuri pintu air tersebut, menurutnya, kini masih meringkuk di tahanan Polsek Suruh, sedangkan yang lain masih dalam pengejaran polisi.

Dia mengungkapkan, menurut rencana pintu air tersebut akan diperbaiki oleh Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Jawa Tengah. ”Rencananya dana yang dianggarkan Rp 500 juta untuk perbaikan sembilan pintu air dan dilaksanakan Agustus mendatang,” urainya. 

Dia menyesalkan kenapa petani yang mengandalkan air irigasi dari sumber Senjoyo tetap menanam padi, meski saat ini memasuki musim kemarau. Padahal, pada musim seperti ini yang berbarengan dengan musim tanam (MT) III, sebaiknya petani mengganti tanaman padi dengan palawija. Dengan pertimbangan jika menanam palawija, kebutuhan airnya tidak sebanyak menanam padi.

Palawija sebagai tanaman alternatif pengganti padi pada saat berlangsungnya MT III, bertepatan dengan musim kemarau, justru lebih memungkinkan petani mendapat keuntungan, mengingat persentase panen cukup besar.

Di samping itu, dia juga heran mengapa Dinas Pertanian Salatiga kurang berupaya memberikan sosialisasi kepada petani untuk bercocok tanam palawija pada musim kemarau. (Basuni H-37)
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER