panel header


NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
Semarang Metro
04 Mei 2008
Kendal Deklarasikan Tuntas Buta Aksara
KENDAL- Dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang digelar jajaran Pemkab Kendal di Stadion Madya, Jumat (2/1) lalu ada yang berbeda.
Selain dilangsungkan upacara, Wabup Dra Siti Nurmarkesi juga mendeklarasikan  Kabupaten Kendal sebagai daerah tuntas buta aksara pertama (pemberantasan).

Deklarasi dimulai dengan pembacaan naskah Surat Keputusan Bupati No. 420/230/2008 tentang Penetapan Kabupaten Kendal Bebas Buta Aksara, serta dilanjutkan kegiatan simbolis memencet bel sirine bersamaan dengan pelepasan balon ke udara.

Sebanyak 1.423 warga yang bermukim pada 20 wilayah kecamatan dinyatakan bebas buta aksara. Di penghujung upacara, wabup didampingi pejabat Muspida mengevaluasi sejumlah warga belajar keaksaraan fungsional untuk menulis, membaca, serta berhitung pada papan tulis.

Berhasil

Warga belajar tersebut ternyata telah mampu menulis, membaca dan berhitung.  ’’Program gerakan buta aksara adalah salah satu upaya untuk mewujudkan  target tercapainya peningkatan pendidikan keaksaraan bagi masyarakat buta aksara. Mereka sebagian hidup di bawah garis kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan dan ketinggalan dalam beragam bidang kehidupan,’’ kata  Nurmarkesi.

Dia menambahkan, deklarasi tuntas buta aksara tahap pertama itu sesuai dengan realita di lapangan. Target program tuntas buta aksara bagi warga usia 14 tahun - 40 tahun dinilai berhasil.

’’Kita tidak ingin deklarasi ini hanya sebatas formalitas belaka. Untuk meningkatkan pendidikan di Kendal, Pemkab sudah menganggarkan 20 % APBD.’’

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Teguh Dwidjanto melalui Kabid Pemuda dan Olahraga Drs Anton Taufan mengemukakan, berdasarkan data statistik pada 2004, di Kendal mempunyai penduduk usia 10 tahun - 44 tahun sebanyak 468.406 jiwa.

Dari jumlah tersebut terdapat penyandang buta aksara dan drop out kelas 1-3 sekolah dasar sebanyak 18.423 orang. Mereka tersebar di 20 wilayah kecamatan. ’’Hingga 2008 ini, telah membelajarkan sejumlah 18.002 orang, sehingga mereka bisa membaca, menulis dan berhitung.’’

Kondisi yang ada tersebut, menyebabkan Indeks Pembangunan Manusia atau human development indeks di Kendal masuk ke dalam kategori rendah. Terkait  dengan persoalan itu, pemerintah berupaya mengurangi penyandang buta aksara, salah satunya dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat.

’’Percepatan gerakan desa tuntas buta aksara dilaksanakan bersama semua elemen masyarakat. Misal, Muslimat NU, Aisyah, LMDH (lembaga masyarakat desa sekitar hutan), sanggar kegiatan belajar (SKB), serta komponen masyarakat lain yang peduli pendidikan,’’ kata Anton. (G15-18)        

Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Panel menu
FOOTER